Rupiah Jebol Rp17.400, BI Perketat Pembelian Dolar: Di Atas US$25 Ribu Wajib Pakai Dokumen

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 04:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — KOMPAS1.id || Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level terendah sepanjang sejarah di kisaran Rp17.400 per dolar Amerika Serikat, memicu langkah cepat dari Bank Indonesia (BI) untuk meredam gejolak pasar.

Merespons tekanan yang terus membesar, BI memperketat aturan transaksi valuta asing dengan memangkas ambang batas pembelian dolar AS tanpa dokumen pendukung (underlying) menjadi US$25.000 per orang per bulan.

Artinya, transaksi di atas nominal tersebut kini wajib disertai bukti kebutuhan riil seperti impor, pendidikan, perjalanan luar negeri, hingga investasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reuters + 1 Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, setelah rupiah sempat menyentuh level Rp17.445 per dolar AS, jauh melewati batas psikologis yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar.

Reuters Sebelumnya, sejak April 2026, BI telah lebih dulu menurunkan batas transaksi valas tanpa underlying dari US$100.000 menjadi US$50.000.

Kini, pengetatan kembali dilakukan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas rupiah di tengah derasnya arus permintaan dolar di pasar domestik.

Baca Juga:  Syukuran Menjelang Pernikahan Putri Kepala Desa Way Melan, Momentum Mempererat Silaturahmi dan Memohon Keberkahan

Antara News +1 Tekanan terhadap mata uang Garuda dipicu kombinasi faktor global dan domestik—mulai dari penguatan ekonomi Amerika Serikat, tingginya suku bunga global, ketegangan geopolitik, hingga meningkatnya kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri korporasi.

BI menegaskan kebijakan ini bukan melarang masyarakat membeli dolar, melainkan memastikan transaksi valas benar-benar didasari kebutuhan ekonomi riil, bukan aktivitas spekulatif.

Selain memperketat transaksi domestik, BI juga memastikan intervensi di pasar valas—baik di dalam maupun luar negeri—akan terus dilakukan demi menjaga stabilitas rupiah yang kini berada di bawah tekanan berat.

Reuters Pelaku pasar menilai langkah ini dapat meredam gejolak jangka pendek, namun penguatan fundamental ekonomi, cadangan devisa, dan koordinasi fiskal-moneter tetap menjadi kunci utama untuk mengembalikan kepercayaan terhadap rupiah.

 

(Jurnalis Joepin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru