JEMBATAN KETUNGAU 2 JADI TANGISAN RAKYAT, WARGA BERHARAP PEMERINTAH TURUN TANGAN

- Penulis

Kamis, 23 April 2026 - 04:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*Kalbar, Kompas1.Id* – Gambar sindiran tentang kondisi Jembatan Ketungau 2 yang viral di media sosial kini berubah menjadi jeritan hati masyarakat Kalimantan Barat. Di balik nuansa humor, tersimpan pesan mendalam: rakyat kecil mendambakan pembangunan yang benar-benar kokoh, aman, dan bermanfaat.

Bagi warga Ketungau, jembatan bukan sekadar tumpukan besi dan beton. Jembatan adalah urat nadi kehidupan. Dari sanalah anak-anak berangkat sekolah, petani mengangkut hasil panen, pedagang mencari nafkah, hingga warga yang sakit berobat ke puskesmas. Bila akses rusak atau kualitas diragukan, rakyat kecil di pelosok yang paling menderita.

Sindiran yang beredar menggambarkan bangunan tampak megah dari luar, namun belum memberi keyakinan dari sisi kekuatan dan ketahanan. Hal ini menjadi simbol bahwa masyarakat tidak membutuhkan kemewahan tampilan. Yang dibutuhkan adalah hasil kerja nyata yang bisa diandalkan bertahun-tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika pemerintah datang melihat langsung kondisi di lapangan, pasti akan tahu betapa pentingnya jembatan ini bagi kehidupan kami,” ungkap seorang warga Ketungau, Selasa 21 April 2026.

Baca Juga:  Walikota Subulussalam Apresiasi Kinerja Satpol PP dan WH

Warga berharap pemerintah daerah maupun pusat membuka mata dan mendengar suara hati masyarakat. Mereka tidak meminta hal berlebihan. Hanya jalan yang layak, jembatan yang aman, dan pembangunan yang jujur. Bagi masyarakat pedalaman, satu jembatan yang baik nilainya lebih besar daripada seribu janji.

Kini masyarakat menunggu kepedulian nyata. Mereka meminta pemimpin turun langsung meninjau kondisi, mengevaluasi pekerjaan, dan memastikan setiap rupiah anggaran negara kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan berkualitas.

Sebab rakyat tidak butuh kata-kata indah. Rakyat hanya ingin bukti.
Tidak butuh janji baru. Mereka hanya ingin jalan pulang yang aman.
Tidak butuh bangunan megah semata. Mereka hanya ingin masa depan yang kuat.

Pewarta~ Didy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menjelang Pelantikan Heri Kusnadi Ketua PWI Ogan Ilir Terpilih Tegaskan Komitmen Perkuat Organisasi
Polsek Margaasih dan Kecamatan Dorong Teknologi Tepat Guna untuk Perkuat Keamanan Wilayah*
‎Hukum Adalah Panglima : Ampas Desak Pemkab Aceh Singkil Taati Regulasi Terkait Kasus Kades Rajab
KEBAKARAN LANDA RESTORAN AYCE DI JALAN LOMBOK BANDUNG
Putra Terbaik Jurnalis Aceh Singkil Ikuti Tradisi Pembaretan TNI AD Gelombang 1 2026 ‎
Silaturahim HIPMI: Sinergi Lama-Baru untuk Wirausaha Berdikari
KAPOLRES OGAN ILIR RESMI BUKA TURNAMEN FUTSAL KAPOLRES CUP DALAM RANGKA HUT BHAYANGKARA KE-80*
DPC LAKI Dukung Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kota Subulussalam
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 05:13 WIB

Menjelang Pelantikan Heri Kusnadi Ketua PWI Ogan Ilir Terpilih Tegaskan Komitmen Perkuat Organisasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:49 WIB

Polsek Margaasih dan Kecamatan Dorong Teknologi Tepat Guna untuk Perkuat Keamanan Wilayah*

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:51 WIB

‎Hukum Adalah Panglima : Ampas Desak Pemkab Aceh Singkil Taati Regulasi Terkait Kasus Kades Rajab

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:33 WIB

KEBAKARAN LANDA RESTORAN AYCE DI JALAN LOMBOK BANDUNG

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:27 WIB

Putra Terbaik Jurnalis Aceh Singkil Ikuti Tradisi Pembaretan TNI AD Gelombang 1 2026 ‎

Berita Terbaru