*
– Kepolisian Resor Indramayu didesak mengusut tuntas dugaan kelalaian pihak-pihak terkait dan keaslian BBM solar industri dalam insiden kebakaran kapal nelayan di Pelabuhan Karangsong.
Desakan tersebut disampaikan *Forum Peduli Indramayu (FPI)* pada *Jumat, 7 Agustus 2026*.
*Koordinator Umum FPI, Masdi*, menyoroti serius insiden yang menghebohkan publik tersebut. Ia meminta Polres Indramayu menelusuri secara menyeluruh penerapan aspek _safety_ di lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan hasil investigasi dan data yang dihimpun FPI, mobil tangki yang mendistribusikan BBM solar industri ke tempat penampungan/toren di salah satu kapal nelayan hingga terjadi kebakaran besar tersebut adalah milik *PT. PBP Trans Group*.
*”Polisi harus mengusut secara tuntas dan menyeluruh dugaan kelalaian pihak-pihak terlibat dalam penerapan safety serta keaslian BBM solar industri PT. PBP Trans Group tersebut,”* tegas Kordum FPI Masdi.
Masdi menyatakan FPI berkomitmen mengawal kasus kebakaran kapal nelayan di Karangsong sampai tuntas dan ada kepastian hukum dari pihak berwajib. Ia juga menegaskan dukungan penuh kepada Kepolisian dalam proses pengusutan.
Insiden kebakaran saat pengisian BBM solar ke tempat penampungan melalui mobil tangki PT. PBP di Pelabuhan Karangsong, Kabupaten Indramayu, masih menjadi perbincangan publik.
Yang disorot publik antara lain soal standar keamanan, pengawasan pihak berwenang saat pendistribusian, hingga kesesuaian BBM solar industri yang didistribusikan PT. PBP Trans Group.
*Kepala Syahbandar PP Karangsong Indramayu, Nurdiana Sigit Purnama*, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis 6 Agustus 2026, memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut.
Sigit mengklaim jajarannya telah melakukan pengawasan pengisian BBM solar dan berupaya melakukan pemadaman awal.
*”Bersama awak kapal mengupayakan pemadaman menggunakan APAR, akan tetapi tidak berhasil,”* terangnya.
Ia menambahkan, petugas kemudian berupaya mengambil diesel alkon di kantor pelayanan sambil berkoordinasi dengan Koperasi Perikanan Laut (KPL) untuk menghubungi pemadam kebakaran.
*”Dikarenakan lokasi kantor dan kejadian lumayan jauh, ketika kembali ke lokasi petugas kami mendapati api sudah membesar,”* jelasnya.
Lebih lanjut, Sigit menyatakan pihaknya telah meminta pihak PT supplier untuk kooperatif memberikan keterangan kepada Aparat Penegak Hukum dan bertanggung jawab kepada pelaku usaha yang terdampak.
*”Kami sudah menyampaikan ke pihak PT supplier untuk kooperatif. Insya Allah besok akan dilakukan tindak lanjut,”* ujarnya.
Di media sosial, beredar video mobil tangki BBM solar berplat nomor *B 9876 BFU* keluar dari lokasi kejadian. Diduga armada tersebut merupakan yang mendistribusikan BBM solar ke kapal nelayan saat insiden terjadi.
Video mobil tangki bertuliskan *PT. PBP Trans Group* itu viral setelah diunggah akun TikTok @BangKumis. Sebelumnya tampak sejumlah mobil tangki transportir PT. PBP Trans Group berhenti di tepi jalan, diduga hendak atau sudah mendistribusikan muatannya ke kapal nelayan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak manajemen PT. PBP Trans Group maupun Polres Indramayu. Upaya konfirmasi terus dilakukan guna keberimbangan informasi.*Linggaraja/LS*








