ULTIMATUM KERAS! Sahrir Jamsin Tantang Direktur RSUD Jailolo dr. Novimaryana Drakel Audit Terbuka: Jangan Sembunyi di Balik Retorika

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id Halmahera Barat
Ketua SEMAINDO Halmahera Barat, Sahrir Jamsin, melontarkan ultimatum keras kepada Direktur RSUD Jailolo, dr. Novimaryana Drakel, terkait polemik anggaran BLUD tahun 2025 yang dinilai penuh kejanggalan dan tidak transparan.

Sahrir menegaskan, klarifikasi yang disampaikan oleh Direktur RSUD Jailolo sejauh ini tidak lebih dari sekadar retorika yang gagal menjawab substansi persoalan anggaran.

“Klarifikasi dari Direktur RSUD Jailolo, dr. Novimaryana Drakel, itu hanya retorika. Publik tidak butuh bahasa berputar-putar. Sebagai Direktur, seharusnya menjelaskan anggaran secara jelas, rinci, dan berbasis data bukan meraba-raba,” tegas Sahrir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia bahkan menilai cara penyampaian Dirut RSUD Jailolo terkesan tidak tegas dan menunjukkan adanya tekanan dalam menjelaskan kondisi sebenarnya.

“Seorang Direktur tidak boleh terlihat ragu terhadap data yang ia kelola sendiri. Cara menjelaskan yang tidak konsisten itu menimbulkan kesan kuat bahwa ada tekanan dan sesuatu yang sedang ditutupi,” .

Menurut Sahrir, pengelolaan anggaran BLUD yang bersumber dari pelayanan publik tidak boleh diselimuti oleh bahasa normatif yang justru mengaburkan fakta.

“Ini uang rakyat, bukan ruang untuk bermain kata-kata. Jangan jadikan istilah teknis sebagai tameng. Kalau bersih, buka saja semuanya secara terang,” katanya.

Baca Juga:  Amuk Massa di Panipahan: Protes Narkoba Berujung Ricuh, Polisi Dituding Terlibat

Dalam pernyataannya, Sahrir memberikan ultimatum terbuka kepada Direktur RSUD Jailolo, dr. Novimaryana Drakel, untuk segera membuktikan transparansi melalui audit yang disaksikan publik.

“Saya beri tantangan sekaligus ultimatum: Direktur RSUD Jailolo, dr. Novimaryana Drakel, berani atau tidak melakukan audit terbuka yang disaksikan publik? Jangan hanya berani bicara di media, tapi tutup data di belakang,” tegasnya.

Ia juga memperingatkan bahwa jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, SEMAINDO Halmahera Barat akan mengambil langkah lebih jauh.

“Kalau tidak ada audit terbuka, kami akan turun aksi besar-besaran dan mendorong persoalan ini ke aparat penegak hukum. Ini bukan lagi soal klarifikasi, ini soal dugaan penutupan fakta,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Sahrir kembali menegaskan bahwa transparansi adalah harga mati dalam pengelolaan anggaran publik.

“Direktur RSUD Jailolo, dr. Novimaryana Drakel, harus memilih: terbuka di hadapan publik atau terus berada dalam bayang-bayang kecurigaan. Kami tidak akan berhenti sampai kebenaran dibuka, “tutup Sahrir.

(Noval).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo
Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.
Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara
Menembak Begal*
‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha
Warga Rancaekek Gempar, Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Citarik
KDS Berikan Beasiswa S2 untuk Duta Pesantren Kabupaten Bandung
Kekuatan Nama ‘Dedi’ di Jawa Barat: Kang Dedi Mulyadi Kumpulkan Sesama Pemilik Nama, Langsung Viral
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:59 WIB

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:50 WIB

Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:34 WIB

Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:55 WIB

‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB