Menyoroti kontradiksi antara prestasi besar dan rasa kecewa yang mungkin dirasakan (biasanya terkait kurangnya apresiasi atau dukungan).

- Penulis

Kamis, 9 April 2026 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
​Emas yang Terasa Sunyi: Potret Ironi Pahlawan Powerlifting di Panggung Dunia
​OPINI – Ada sebuah pemandangan yang menggetarkan sekaligus menyayat hati saat lagu Indonesia Raya berkumandang di Himeji, Jepang, pada ajang Asian Powerlifting Federation 2025. Di atas podium tertinggi, seorang atlet berdiri dengan medali emas melingkar di leher dan bendera Merah Putih di pundak. Namun, di balik sikap tegaknya, tersirat sebuah narasi yang lebih kelam dari sekadar kompetisi beban: Kekecewaan.

​Prestasi Besar, Apresiasi Kecil
​Bagi seorang atlet powerlifting, beban terberat bukanlah ratusan kilogram besi yang mereka angkat di atas bench atau saat deadlift. Beban terberat adalah ketika keringat, air mata, dan pengabdian bertahun-tahun seolah tak bergema di tanah airnya sendiri.
​Foto-foto yang beredar memperlihatkan kontras yang tajam. Di satu sisi, ada kebanggaan luar biasa membawa nama bangsa di kancah internasional. Di sisi lain, ada sorot mata yang bicara tentang perjuangan sendirian—mungkin tentang biaya keberangkatan yang diupayakan sendiri, fasilitas latihan yang seadanya, atau janji-janji apresiasi yang tak kunjung tunai.
​Mengapa Kita Terus Membiarkan Pahlawan Berjuang Sendiri?

​Sudah menjadi pola yang berulang di negeri ini: atlet baru “diakui” saat medali sudah di tangan. Kita gemar merayakan kemenangan, tapi abai pada proses berdarah-darah di belakangnya. Kekecewaan yang terpancar dari para pahlawan besi ini adalah tamparan bagi pemangku kebijakan olahraga.
​Powerlifting bukan sekadar olahraga fisik, ini adalah uji mental dan disiplin tingkat tinggi.

​Setiap medali emas adalah investasi harga diri bangsa yang seharusnya dijaga dengan dukungan finansial dan karier yang jelas.
​”Medali emas ini berat, tapi lebih berat lagi saat saya menyadari bahwa setelah podium ini, saya kembali ke rumah tanpa kepastian.” – Kalimat imajiner ini mungkin mewakili ribuan keresahan atlet yang merasa dianaktirikan dibandingkan cabang olahraga populer lainnya.

​Menolak Lupa pada Keringat Mereka
​Artikel ini bukan sekadar kritik, melainkan sebuah pengingat. Bahwa rasa bangga netizen di kolom komentar tidak akan bisa membayar nutrisi, vitamin, dan perlengkapan latihan para atlet. Kekecewaan mereka adalah alarm bahwa sistem tata kelola atlet kita sedang tidak baik-baik saja.
​Jangan biarkan emas mereka memudar karena rasa kecewa. Jangan biarkan pahlawan kita merasa asing di negaranya sendiri saat mereka justru sedang mengharumkan nama bangsa di negeri orang.
​
Artikel ini hanya merefleksikan pentingnya dukungan konkret bagi cabang olahraga non-populer yang secara konsisten menyumbang medali bagi Indonesia. Sudah saatnya “Keadilan Sosial bagi Seluruh Atlet Indonesia” ditegakkan. Bob Hariawan Kabiro Kota Bandung
​

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Bung Karno dan Maestro Seni Indonesia Tutup Usia
MEDIA KOMPAS1 ID MERAYAKAN ULANG TAHUN KEDUA, TEKAD TETAP HADIRKAN BERITA INDEPENDEN DAN TERPERCAYA
Kodim Purworejo Buka Open Turnamen Voli Dandim Cup I, Semarakkan HUT TNI ke-81 dengan Semangat Sportivitas
MILAD KE-18 LSM PENJARA DPC GARUT: SEMANGAT BERBAGI MELALUI AKSI JUMAT BERKAH, NASI KUNING JADI SIMBOL KEPEDULIAN
DUGAAN AKTIVITAS TAMBANG EMAS TANPA IZIN DI GUNUNG CI BURULUK DISOROT, APARAT DIMINTA LAKUKAN PEMERIKSAAN”
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Sabtu, 26 September 2026 - 07:33 WIB

Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas

Sabtu, 26 September 2026 - 06:32 WIB

Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan

Sabtu, 26 September 2026 - 05:12 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Bung Karno dan Maestro Seni Indonesia Tutup Usia

Sabtu, 26 September 2026 - 03:22 WIB

MEDIA KOMPAS1 ID MERAYAKAN ULANG TAHUN KEDUA, TEKAD TETAP HADIRKAN BERITA INDEPENDEN DAN TERPERCAYA

Berita Terbaru

Berita

Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas

Sabtu, 26 Sep 2026 - 07:33 WIB