Polres Metro Bekasi Ungkap Jaringan Peredaran Obat Daftar G, 9 Pelaku Diamankan

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi Kompas1.id
Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi Kabupaten kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran obat-obatan keras tanpa izin edar. Dalam serangkaian pengungkapan kasus yang berlangsung pada awal April 2026, petugas berhasil mengamankan total sembilan pelaku dari beberapa lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, melalui jajaran Satresnarkoba menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil dari laporan masyarakat serta kegiatan patroli rutin yang ditingkatkan guna menekan peredaran obat daftar G di lingkungan masyarakat.

Pengungkapan pertama terjadi pada Minggu, 5 April 2026, di wilayah Cikarang Utara dan Karang Bahagia. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tiga pelaku berinisial AAF, AS, dan R dengan barang bukti berupa 29 butir Tramadol dan 2 butir Heximer, serta dua unit handphone dan uang tunai hasil penjualan sebesar Rp50.000. Dari hasil interogasi, diketahui bahwa obat tersebut diperoleh dari jaringan lain yang kemudian dikembangkan oleh petugas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, pada Senin, 6 April 2026 di wilayah Sukatani, petugas mengamankan dua pelaku berinisial S dan AM dengan barang bukti berupa 290 butir Tramadol, dua unit handphone, serta uang tunai sebesar Rp616.000. Keduanya diduga melakukan transaksi obat keras tanpa izin di lingkungan permukiman warga.

Pengembangan kasus berlanjut pada Selasa, 7 April 2026 dini hari di kawasan Cikarang Utara. Petugas kembali mengamankan satu pelaku berinisial AH dengan barang bukti 1.000 butir Dextromethorphan, 30 butir Riklona, satu unit handphone, serta uang tunai sebesar Rp2.805.000 yang diduga hasil dari penjualan obat ilegal tersebut.

Baca Juga:  Serba Serbi Kunjungan Wapres Gibran ke Lampung, Didampingi Relawan BaraJP

Dalam pengungkapan lainnya di lokasi yang sama, petugas juga mengamankan seorang pelaku perempuan berinisial NAQ dengan barang bukti berupa 78 butir Tramadol dan 95 butir Heximer, serta dua unit handphone dan barang pribadi lainnya yang digunakan dalam aktivitas tersebut.

Sementara itu, dalam pengembangan lanjutan pada Selasa, 7 April 2026, petugas kembali mengamankan satu pelaku berinisial MAA dengan barang bukti berupa satu unit handphone yang diduga berkaitan dengan jaringan peredaran obat keras tersebut.

Dari seluruh rangkaian pengungkapan kasus tersebut, total pelaku yang berhasil diamankan berjumlah 9 orang, dengan keseluruhan barang bukti yang disita berupa 1.397 butir obat keras (Tramadol, Heximer, Dextromethorphan, dan Riklona), 6 unit handphone, serta uang tunai sebesar Rp3.471.000.

Saat ini seluruh pelaku telah diamankan di Polres Metro Bekasi guna menjalani proses hukum lebih lanjut dan dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan yang berlaku. Polisi juga masih melakukan pengembangan terhadap jaringan lain, termasuk memburu bandar bandar besar obat tramadol inisial A, B, C, E dan M di Kp. Kavling, Kp. Jati di Tambun dan di Sukatani dan Bandar Bandar besar ini harus tertangkap guna memutus rantau peredarannya.

Polres Metro Bekasi mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran obat keras tanpa izin serta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.***

Hasbunah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo
Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.
Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara
Menembak Begal*
‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha
Warga Rancaekek Gempar, Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Citarik
KDS Berikan Beasiswa S2 untuk Duta Pesantren Kabupaten Bandung
Kekuatan Nama ‘Dedi’ di Jawa Barat: Kang Dedi Mulyadi Kumpulkan Sesama Pemilik Nama, Langsung Viral
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:59 WIB

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:50 WIB

Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:34 WIB

Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:55 WIB

‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB