Kompas1.id
Oleh : Idat Mustari**
Sesungguhnya manusia itu cepat berubah, setinggi apapun jabatan seseorang, sehebat apapun seseorang, setelah kematiannya, seiring waktu orang-orang yang dulu dekat mengelilingi akan melupakannya. Oleh karena itu kata para sufi. kita tidak boleh terlalu mencari tepuk tangan manusia. Tidak perlu terlalu Lelah menjaga citra dari manusia, Jangan takut tidak dapat tepuk tangan orang, jangan terlalu sedih saat tak dihargai.
Sesungguhnya manusia itu sangat lemah ingatannya. Manusia cepat lupa. Hari ini nama kita sering dibicarakan bahkan dighibahi orang-orang. Besok orang-orang itu pun akan sibuk dengan urusannya masing-masing. Hari ini memuji-muji kita, esok hari memuji orang lain. Hari ini membenci kita, esok hari mencari orang baru untuk dighibahi dan dibenci. Hari ini orang-orang menyimpan foto kita, esok hari menghapusnya. Akan datang saatnya semua orang menghapus nomor kita di ponselnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salahkah orang-orang melupakan kita saat telah tiada ? Tentu tidak, sebab itu hukum kehidupan. Tak ada manusia yang diingat sepanjang masa, kecuali Nabi. Karena itu jangan mengejar pujian manusia, tapi beramal untuk menggapai Ridha-Nya. Manusia bisa melupakan ratusan kebaikkan hanya karena satu kesalahan. Sedangkan Allah melupakan ratusan kesalahan hanya karena satu kebaikkan.
Tak perlu hawatir saat seluruh manusia melupakan kita asal Allah selalu mengingat kita. Tak perlu sedih saat penduduk bumi melupakan kita, asal penduduk langit mengingat kita. Tak apa tidak popular di bumi, asal dikenal di langit. Berusaha berbuat baik meskipun tak ada yang melihat dan memuji, sebab Allah tak akan pernah menyia-nyiakan orang yang berbuat kebaikkan.
Paling bahaya pada diri akibat terlalu ingin dihargai atau dianggap baik oleh semua orang adalah kehilangan kemampuan diri menerima celaan orang. Padahal dalam hidup ini sebaik apapun diri seseorang akan selalu ada yang tidak suka. Sejatinya hati kita tidak boleh bergantung pada penilaian orang lain, sebab sungguh manusia itu mudah lupa. Hari ini memuji, mungkin besok mencela.
Pada akhirnya, sesungguhnya bukan seberapa banyak follower atau yang meng-like Medsos kita, tapi seberapa dekat kita dengan Maha Pencipta. Maka jangan habiskan waktu karena ingin dianggap penting oleh manusia tapi seberapa banyak waktu dipergunakan untuk menjadi Hamba-Nya. Dan sungguh seseorang akan jadi Hamba-Nya saat memiliki kerendahan hati dan kesediaan untuk memperbaiki diri.
Wallahu’alam
** **Ketua DKM Al Ihklas kawaluyaan indah dan komisaris BUMD Kab Bandung














