Tradisi Ceng Beng Bukan sebuah Ritual Tahunan

- Penulis

Minggu, 5 April 2026 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kompas1.id
Tradisi Ceng Beng bukan sekadar ritual tahunan; ia adalah jembatan kasih antara mereka yang masih bernapas dengan para leluhur yang telah berpulang. Melalui deretan foto ini, kita menyaksikan bagaimana penghormatan terhadap garis keturunan dirayakan dengan penuh ketulusan dan detail yang sarat makna Minggu (05/04/2026)

​1. Persembahan Terbaik di Meja Altar
​Di dalam ruang puja yang hening, meja-meja tertata rapi tertutup kain kuning keemasan. Di atasnya, tersaji berbagai persembahan: mulai dari buah-buahan segar, makanan kesukaan mendiang, hingga paket bekal doa yang disusun apik. Keberadaan miniatur rumah kertas yang megah (seperti terlihat pada gambar pertama) melambangkan doa dan harapan agar para leluhur mendapatkan tempat tinggal yang layak dan kenyamanan di alam sana. Setiap paket persembahan ini adalah simbol bahwa ikatan keluarga tak akan pernah putus oleh maut.

​2. Ritual Doa dan Pelimpahan Jasa
​Suasana khidmat menyelimuti saat para bhiksu dan umat berkumpul. Dengan mengenakan jubah kebesaran, pemimpin ritual membacakan sutra dan doa-doa suci. Ini adalah momen pelimpahan jasa, di mana energi kebajikan yang dilakukan oleh keluarga dipersembahkan untuk kedamaian arwah. Wajah-wajah yang menunduk khusyuk dan tangan yang terkatup dalam anjali menunjukkan sebuah kepercayaan mendalam: bahwa doa yang tulus memiliki kekuatan untuk meringankan beban dan menuntun langkah leluhur menuju alam kebahagiaan.

​3. Api Penyampai Pesan: Ritual Pembakaran
​Puncak dari tradisi ini sering kali ditandai dengan ritual pembakaran berbagai perlengkapan kertas—mulai dari replika rumah, pakaian, hingga “uang kertas” (joss paper). Seperti yang tampak pada gambar kedua, api yang berkobar bukan melambangkan kehancuran, melainkan sarana transportasi spiritual. Dalam kepercayaan tradisional, melalui perantara api inilah segala bentuk persembahan “terkirim” dan dapat diterima oleh para leluhur di alam baka. Asap yang membumbung tinggi menjadi saksi bisu atas bakti yang tuntas dilaksanakan.

Melalui perayaan Ceng Beng, kita diajarkan tentang nilai Xiao (Bakti). Bahwa menghormati orang tua dan leluhur tidak berhenti saat mereka tiada. Tradisi ini adalah pengingat bagi generasi muda tentang asal-usul mereka, sekaligus sebuah perayaan kasih sayang yang melampaui batas dunia fisik. Sebuah harmoni antara budaya, kepercayaan, dan cinta yang abadi. #tradisi #budaya#bakti Bob Hariawan kabiro Kota Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Aceh Singkil Lakukan Pengamanan Eksekusi Terpidana YM Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung
APH Diminta Usut Tuntas Dugaan Pungutan Dana Rp 3 Juta Per Desa Untuk Peringatan HUT RI 2026 ‎Bupati Aceh Singkil Didesak Copot Camat Gunung Meriah Jika Terbukti Melanggar
PATROLI PRESISI DAN KRYD, POLSEK MARGAASIH PERKETAT PENGAMANAN ANTISIPASI C3 DI WILAYAH HUKUM
Antisipasi Karhutla, Bupati Panca Wijaya Akbar Pimpin Apel dan Gladi Gabungan Kesiapsiagaan Bencana Asap
NOBAR PERSIB VS PERSIJA DI KUNINGAN BERLANGSUNG MERIAH DAN DAMAI, RIBUAN BOBOTOH PADATI GEDUNG KDMP PADAREK.
SDN 2 PUNCAK KUNINGAN CETAK GENERASI EMAS LEWAT 4 PROGRAM UNGGULAN: IMTAQ, LITERASI, PRAMUKA DAN PAI.
DUKUNGAN TERUS BERTAMBAH, KINI DPC LSM HARIMAU SUMEDANG DUKUNG H. DADANG SOBARA JADI KETUA DPW JABAR.
Dedeh Yuningsih Hadiri Rakor PAUD, Tegaskan Komitmen Dukung Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Polres Aceh Singkil Lakukan Pengamanan Eksekusi Terpidana YM Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:57 WIB

APH Diminta Usut Tuntas Dugaan Pungutan Dana Rp 3 Juta Per Desa Untuk Peringatan HUT RI 2026 ‎Bupati Aceh Singkil Didesak Copot Camat Gunung Meriah Jika Terbukti Melanggar

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:51 WIB

PATROLI PRESISI DAN KRYD, POLSEK MARGAASIH PERKETAT PENGAMANAN ANTISIPASI C3 DI WILAYAH HUKUM

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Antisipasi Karhutla, Bupati Panca Wijaya Akbar Pimpin Apel dan Gladi Gabungan Kesiapsiagaan Bencana Asap

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:02 WIB

NOBAR PERSIB VS PERSIJA DI KUNINGAN BERLANGSUNG MERIAH DAN DAMAI, RIBUAN BOBOTOH PADATI GEDUNG KDMP PADAREK.

Berita Terbaru