Banyak warga Garut Selatan yang kini Mengeluh pada Dedi Mulyadi mengenai Jalan Desa yang rusak dan Jembatan yang rusak.

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Saat ini Garut disebutkan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, menjadi Kabupaten yang paling banyak memiliki jalan desa yang rusak.

Banyak warga Garut Selatan yang kini mengeluh pada Dedi Mulyadi mengenai jalan desa yang rusak dan jembatan yang rusak.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemerintah Provinsi Jabar telah memberikan bantuan dana sebelumnya ke Kabupaten Garut untuk berbenah memperbaiki fasilitas yang rusak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun kini Dedi Mulyadi mempertanyakan mengapa masih banyak warga Garut yang mengeluhkan jika jalan di desa mereka rusak.

“Hari ini saya banyak sekali mendapatkan komplen dari warga bapak, yang di daerah-daerah pedesaan terutama Garut Selatan, mereka selalu komplen jalan butut, jembatan butut, itu saja yang diomongin,” ungkap Dedi Mulyadi.

“Karena saya mendapat komplen dari warga Garut secara terus menerus terutama daerah pedesaan ini tuh yang paling sering komplen tuh Garut dan Sukabumi nah maka saya berinisiatif untuk merubah cara pengelolaan bantuan keuangan,” jelas Dedi Mulyadi.

Baca Juga:  “JANGAN REMEHKAN WARTAWAN!” Kasus Pengeroyokan Wartawan di Kadipaten Mandek, Korban Tuntut Kepastian Hukum Tanpa Tebang Pilih

Dedi Mulyadi menyebutkan jika mantan Bupati Garut, Rudy Gunawan, tidak setuju dengan kebijakan yang dia buat, makan Garut tidak akan diprioritaskan untuk segera dibenahi.

“Kami ingin beresin agar tidak ada masyarakat yang teriak-teriak jalan jelek, tapi kalau bapak keberatan terhadap apa yang kami lakukan ya ngga apa-apa saya geser ke kabupaten lain yang membutuhkan,” tutur Gubernur Jabar tersebut.

Sebelumnya Rudy Gunawan mempertanyakan mengapa bantuan dana dari Provinsi ke Kabupaten Garut kini dikurangi oleh Dedi Mulyadi.

“40 M itu dulu katanya mau dibuatin untuk jalan, jalan desa itu akan dibangun oleh provinsi lah gitu dengan bekerja sama, tapi di apbnnya tidak ada,” ujar Rudy Gunawan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hadirnya Sekolah Nasional Terintegrasi, Angkat Wibawa Kecamatan Longkib Menuju Level Nasional
Kapolres Tulang Bawang Bantu Lunasi Utang Nenek Sarmi, Korban Pencurian yang Hidup Sebatang Kara
Pemerintah Siapkan 1.000 Rusun di Kiaracondong Bandung, Pembangunan Tunggu Regulasi Pemanfaatan Aset BUMN
Kapolda Lampung Musnahkan Barang Bukti Narkotika Rp264,9 Miliar dan 166 Senjata Api Ilegal, Tegaskan Perang Tanpa Kompromi terhadap Kejahatan
Bupati Hamartoni Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi, Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan di Lampung Utara
Viral Keluhan Parkir Stadion Jalak Harupat, Pemilik Mobil Kaget Ditarif Rp50 Ribu Tanpa Karcis Lengkap
Perubahan APBD 2026 Dievaluasi, Pemkab Lampung Utara Perkuat Program Prioritas dan Efektivitas Belanja Daerah
Tulang Bawang kompas1.id KAPOLRES TULANG BAWANG BPK AKBP YULIASYAH S.I.K MH BANTU LUNASKAN HUTANG NENEK SARMI KORBAN PENCURIAN.
Berita ini 126 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:59 WIB

Hadirnya Sekolah Nasional Terintegrasi, Angkat Wibawa Kecamatan Longkib Menuju Level Nasional

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:58 WIB

Kapolres Tulang Bawang Bantu Lunasi Utang Nenek Sarmi, Korban Pencurian yang Hidup Sebatang Kara

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:56 WIB

Pemerintah Siapkan 1.000 Rusun di Kiaracondong Bandung, Pembangunan Tunggu Regulasi Pemanfaatan Aset BUMN

Kamis, 30 Juli 2026 - 02:32 WIB

Bupati Hamartoni Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi, Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan di Lampung Utara

Kamis, 30 Juli 2026 - 02:27 WIB

Viral Keluhan Parkir Stadion Jalak Harupat, Pemilik Mobil Kaget Ditarif Rp50 Ribu Tanpa Karcis Lengkap

Berita Terbaru

Daerah

Refleksi Budaya, Air, dan Film Dokumenter di Bandung

Kamis, 30 Jul 2026 - 03:42 WIB