Pasanggiri PPSI Lestarikan Seni Budaya Pencak Silat

- Penulis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab Bandung, Kompas 1.id.
Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Sosial Budaya membuka Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat Bupati Cup XIII, bertempat di Dome Balerame Soreang, Jumat ( 29/8/25 ).

Ketua Umum DPW Jawa Barat Persatuan Pencaksilat Seluruh Indonesia ( PPSI ), H. Dadang Hermansyah, SE., A.K., MM., CA., CLA, menyebutkan bahwa gelaran pencaksilat PPSI sama sama saja dengan IPSI yang merupakan pelestari pencak silat .

Dadang Hermansyah memaparkan, menurut para sejarawan dan pupuhu penggiat pencak silat bahwa PPSI cikal bakalnya lahir di Jawa Barat dan milik Jawa Barat namun dengan berkembangnya dinamika maka PPSI bisa berkembang, tentunya PPSI pakemnya di bidang tradisi, dibidang seni dengan mengedepankan silat tradisonal yang merupakan warisan tradisi budaya, ” oleh karena itu pencaksilat PPSI ataupun IPSI harus terus digelorakan dan disemarakan terutama di Jawa Barat khsusnya Kabupaten Bandung.” Ujarnya.

pada kesempatan yang sama Ketua DPD PPSI Kabupaten Bandung, H. Endang.,SH., MH, menyampaikan,
Pembukaan Pasanggiri seni Ibing Pencak silat diikuti 742 peserta terdiri dai anak – anak putra putir , remaja putra putri dan dewasa putra putri, terdiri dari kelas tunggal, ijen atau demonstrasi.

” Digelarnya pasanggiri ini untuk mempersatukan dan melestatikan budaya serta mencari bakat , dan mengukur pesilat dari berbagai usia dan katagori , seperti tunggal, ganda dan beregu.” Tandas H. Endang.

Dhany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hajad Dalem Labuhan Kadipaten Pakualaman Digelar di Pantai Glagah, Perkuat Nilai Luhur dan Keselarasan dengan Alam
Menemukan Kesadaran dalam Setiap Hembusan: Rahasia Nafas yang Tak Pernah Tidur ​Dalam riuhnya kehidupan modern,
Ritual Ngertakeun Bumi Lamba 2026: Silaturahmi Lintas Adat dan Sinergi Kemanusiaan
Tradisi Leluhur Tetap Terjaga, Masyarakat Luhah Rio Mendiho Gelar Penegakan Tiang Karamentang Setinggi 30 Meter Secara Gotong Royong
Lampah Budaya Mubeng Beteng, Tradisi Khidmat Sambut Tahun Baru Jawa Be 1960 di Keraton Yogyakarta
Pemkab Bandung Hadirkan Tiga Inovasi Baru untuk Pengembangan dan Pelestarian Budaya
‎Pesilat Aceh Singkil Rebut Medali di Pra-PORA 2026, Bupati Berikan Apresiasi ‎
Ribuan Warga Padati Bandung, Sambut Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 01:03 WIB

Hajad Dalem Labuhan Kadipaten Pakualaman Digelar di Pantai Glagah, Perkuat Nilai Luhur dan Keselarasan dengan Alam

Senin, 22 Juni 2026 - 02:48 WIB

Menemukan Kesadaran dalam Setiap Hembusan: Rahasia Nafas yang Tak Pernah Tidur ​Dalam riuhnya kehidupan modern,

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:19 WIB

Ritual Ngertakeun Bumi Lamba 2026: Silaturahmi Lintas Adat dan Sinergi Kemanusiaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:09 WIB

Tradisi Leluhur Tetap Terjaga, Masyarakat Luhah Rio Mendiho Gelar Penegakan Tiang Karamentang Setinggi 30 Meter Secara Gotong Royong

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:14 WIB

Lampah Budaya Mubeng Beteng, Tradisi Khidmat Sambut Tahun Baru Jawa Be 1960 di Keraton Yogyakarta

Berita Terbaru

Berita

Becak, Tumpeng, dan Doa Ulang Tahun ke-65 Presiden ke-7 RI

Senin, 29 Jun 2026 - 15:21 WIB

Berita

Becak, Tumpeng, dan Doa Ulang Tahun ke-65 Presiden ke-7 RI

Senin, 29 Jun 2026 - 15:16 WIB