KOMPAS1.ID
Oleh Idat Mustari**
Di Bumi ini, ada negara-negara yang miskin dengan sumber daya alamnya tapi rakyatnya sejahtera. Tetapi ada juga negara yang kaya dengan sumber daya alamnya namun masih banyak rakyatnya hidup dalam penderitaan. Negara yang miskin sumber daya alamnya tapi rakyatnya bisa sejahtera adalah yang dalam al-quran dikarenakan iman dan takwa. “Dan sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Araf : 96)
Adapun negara yang kaya raya dengan sumber daya alamnya, namun tak berpengaruh bagi kesejahteraan rakyatnya. Bahkan di negara itu
banyak yang tidak kaya alias miskin. Kalau pun ada yang kaya hanya segelintir orang. Rakyatnya berusaha lulus sekolah dengan harapan agar mudah dapat pekerjaan namun harapan itu sirna, sebab lapangan pekerjaan sulit, hidup pun semakin terjepit. Itu terjadi dikarenakan di negara itu banyak dustanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedustaan dilakukan oleh hampir lapisan rakyatnya dari kelas sosial, ekonomi bawah hingga atas. Kelas sosial, ekonomi bawah telah berdusta pada dirinya sendiri, hingga ia memilih pemimpinnya bukan berdasarkan nuraninya melainkan selembar uang kertas. Begitupun dari mereka kelas sosial, ekonomi tinggi, menebarkan dusta dinegerinya, dan anehnya semua orang percaya dengan kedustaannya.
Di negeri banyak dustanya , seseorang yang ingin mengabdi kepada bangsa bisa memperoleh tempat bila melakukan hal yang justru bertentangan dengan nilai etika dan moral. Orang-orang yang masih berpegang pada kejujuran moral dan etika justru dianggap aneh bahkan mungkin dikucilkan.
Di negeri banyak dustanya, orang yang jujur akan dipandang sebagai yang melawan arus dan tidak bisa hidup harmonis dengan lingkungan yang dipenuhi dengan kepalsuan atau kemunafikan, dianggap sebagai orang yang tidak bisa berdamai dengan keadaan.
Kalau pun ada orang jujur bisa duduk di tempat yang tinggi, semata-mata bukan karena usahanya, tetapi karena perlindungan dari Tuhan yang menjaganya untuk tetap bersih dan tidak terpengaruh oleh lingkungan yang boleh dibilang lebih sesat dibanding jaman jahiliyah ketika para nabi diutus.
Di negeri banyak dustanya, sangat sulit menemukan orang yang tidak berdusta. Bahkan kedustaan datang dari mereka yang konon kabarnya berilmu agama. Korupsi pun merajalela, sebab pangkal korupsi adalah dusta. Tidak akan ada korupsi jika tidak ada dusta.
Pertanyaannya sekarang apakah negeri merah putih, tempat kita hidup sekarang, adalah negeri yang banyak dustanya ? Maka jawablah dengan hati nurani masing-masing, dan jangan berdusta !!
Dirgahayu Indonesiaku
Semoga di usia ke-81, Indonesia jadi negeri yang diberkahi.
*Pengamat Sosial dan Keagamaan














