Pameran Seni Instalasi Dalam kegiatan World Clen Up Day Ajak Arek Suroboyo Waspada Ancaman Mikroplastik

- Penulis

Sabtu, 20 September 2025 - 06:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya,Jatim.Kompas1.id
Mikroplastik adalah serpihan atau remah-remah plastik berukuran lebih kecil dari 5 mm hingga 1/1000 mm.Surabaya,Jatim.Kompas1.id “Orang Indonesiamasuk kategori penduduk dunia yang paling banyak mengkonsumsi mikroplastik sebesar 15 gram/bulan atau setara kartu ATM, mikroplastik dalam tubuh akan mengendap di organ vital seperti otak, paru, jantung, ginjal bahkan temuan ecoton Agustus 2025 ada mikroplastik dalam ketuban dan plasenta” ungkap Amirudin Muttaqin, lebih lanjut koordinator pengendalian sampah plastik ke Laut ecoton menjelaskan bahwa mikroplastik dalam tubuh manusia berasal dari konsumsi makanan dan minuman yang dibungkus plastik seperti air minum dalam kemasan plastik, minuman dan makanan dalam sachet, penggunaan styrofoam, popok sekali pakai, gelas plastik dan wadah makanan panas dalam plastik bening. “45% jenis plastik dalam organ manusia berjenis polimer polyethilen atau PET yang banyak digunakan dalam plastik botol air kemasan dan styrofoam” ungkap Amiruddin Alumni Teknik Lingkungan UPN Jawa Timur.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Surabaya DLH Kota Surabaya dan Ecoton menghadirkan pameran seni instalasi berupa kran raksasa seringgi 7 meter yang berisi pesan agar masyarakat menghentikan konsumsi botol plastik yang sudah membanjiri lingkungan Surabaya, selain itu pameran juga menampilkan foto dan ringkasan penelitian tentang bahaya mikroplastik dan 2 replika bayi dalam aquarium berukuran 1 meter x 1 meter dengan tinggi 2 meter. ” replikas bayi ini menggambarkan jika rahim yang selama ini menjadi teman aman bagi bayi-bayi kini sudah terkontaminasi mikroplastik, selain air susu ibu yang telah terkontaminasi mikroplastik organ perempuan lain yanf diketahui terkontaminasi mikroplastik adalah plasenta, air ketuban dan air seni ibu hamil” ungkap Rafika Aprilianti, lebih lanjut peneliti mikroplastik Ecoton ini menjelaskan bahwa keberadaan mikroplastik dalam tubuh manusia akan memicu
1. Gangguan hormon reproduksi dan pertumbuhan seperti diabetus melittus, menstruasi dan menopause dini
2. Penyumbatan pembuluh darah mempercepat hipertenai
3. Aflamasi dalam otak yang menyebabkan 36% penuruan kognitof otak manusia menurut penelitian FK Universitas Indonesia Maret 2025 yang meriset otak lebih dari 80 otak manusia se Jabodetabek
4. Infeksi saluran pernafasan dan radang paru-paru
5. Meningkatkan potensi kanker
6. Menurunnya kualitas dan kuantitas sperma atau menurunkan kesehatan sperma yang mengancam peradaban manusia
7. Mengganggu pertumbuhan bayi
Ecoton mengapresiasi perwali Kota Surabaya yang mendorong penggunaan plastik sekali pakai yaitu tas plastik kresek dan popok sekali pakai. “Pemkot perlu juga mewajibkan penduduk kota mengurangi pemakaian air minum dalam kemasan, styrofoam dan makanan minuman sasetan karena wadah makanan inilah sumber mikroplastik yang meracuni tubuh manusia” imbuh Amiruddin.

Baca Juga:  Kompol Bony Yuniar.AA.S.IP.MH Kapolsek Margaasih Polres Cimahi Hadiri Loka Karya Mini. triwulan Puskesmas Margaasih

Dalam pameran banyak peserta bersih-bersih pantai berswafoto dengan latarbelakang kran raksasa dan bayi dalam aquarium sambil membawa poster bertuliskan Wes Wayahe Prei Nggaww Tas Kresek, Tutup Kran Produksi Plasti, Indonesia Darurat Mikroplastik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

@AndiSuka_2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kisah Pilu di Balik Pembongkaran Bangunan Liar Jalan Eyckman: Sri Pasrah Lapak 20 Tahun Rata dengan Tanah
‎PGRI Aceh Singkil Teguhkan Dukungan Terhadap Program Pendidikan Bupati Demi Mewujudkan Generasi Unggul dan Martabat ‎
Pemkab Bandung Optimistis Capai 100 Persen Kepatuhan Pelaporan Pajak Sebelum Rekonsiliasi Juni 2026
Diduga Aksi Berulang, Warga Kalbar Pertanyakan Ketegasan Aparat Tangani Dugaan Penipuan dan Tindak Kekerasan
Tinjau Lokasi SNT di Lae Saga, Kadisdik Subulussalam: Hanya 50 Daerah di Indonesia Dapat Program Ini
Tinjau Lokasi 20 Hektare, Wali Kota Subulussalam Bawa Tim Verifikasi Pusat ke Calon Lahan Sekolah Nasional Integritas di Lae Saga
Menanam Integritas Sejak Dini: KPK Luncurkan Panduan Pendidikan Antikorupsi untuk Sekolah
‎Perkebunan Astra Adakan Bakti Sosial di Aceh Singkil Berupa Donor Darah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:26 WIB

Kisah Pilu di Balik Pembongkaran Bangunan Liar Jalan Eyckman: Sri Pasrah Lapak 20 Tahun Rata dengan Tanah

Rabu, 13 Mei 2026 - 04:08 WIB

‎PGRI Aceh Singkil Teguhkan Dukungan Terhadap Program Pendidikan Bupati Demi Mewujudkan Generasi Unggul dan Martabat ‎

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:14 WIB

Pemkab Bandung Optimistis Capai 100 Persen Kepatuhan Pelaporan Pajak Sebelum Rekonsiliasi Juni 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:06 WIB

Diduga Aksi Berulang, Warga Kalbar Pertanyakan Ketegasan Aparat Tangani Dugaan Penipuan dan Tindak Kekerasan

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:26 WIB

Tinjau Lokasi SNT di Lae Saga, Kadisdik Subulussalam: Hanya 50 Daerah di Indonesia Dapat Program Ini

Berita Terbaru