Kompas 1,id
SUBULUSSALAM — Sejumlah warga Dusun Gunung Merapi, Desa Lae Saga, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam, menyampaikan kekecewaan dan penyesalan mendalam atas sikap sekelompok oknum yang diduga mempersoalkan sebidang tanah yang faktanya sudah bukan lagi milik mereka.
Menurut keterangan warga, lahan tersebut secara sah sudah dijual dan diserahkan kepada pihak lain, dan pihak yang mempersoalkannya pun sudah menerima hasil penjualan tersebut.
“Akui saja sejujurnya, saudara. Malu kita sesama sendiri diadu domba oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kami tahu betul uang hasil penjualan lahan itu sudah kalian terima,” ujar salah satu tokoh masyarakat di hadapan warga, Jum’at (25/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga menegaskan, persoalan ini seharusnya tidak perlu berlarut-larut karena seluruh proses perpindahan hak atas tanah tersebut sudah jelas dan diketahui oleh masyarakat setempat.
“Kita ini masih saudara, masih satu rumpun. Jangan mudah terprovokasi. Asal-usul lahan itu semua warga Lae Saga tahu, bagaimana kronologinya dulu dan mengapa akhirnya dijual,” lanjutnya.
Tokoh masyarakat itu juga mengingatkan agar tidak terjebak dalam perselisihan yang justru merugikan kerukunan warga.
“Jangan sampai di mata hukum kita salah, apalagi di mata Tuhan. Jangan diiming-imingi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab hingga kita saling gontok-gontokkan. Yang kalian permasalahkan ini sebenarnya sudah selesai — lahan itu dulu dikelola dan diserahkan kepada pihak lain bersama warga, termasuk kalian yang sekarang menikmati hasilnya,” tegasnya.
Warga berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan kejujuran, agar kerukunan antarwarga Desa Lae Saga tetap terjaga dan tidak ada lagi pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi.
Reporter/Ramona,







