Polda Lampung Pasang Alarm untuk Orang Tua: Anak Rentan Terjerat Narkoba, Pinjol hingga Ajakan Huru-hara

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Lampung — Peringatan keras disampaikan Polda Lampung kepada para orang tua agar tidak lengah mengawasi pergaulan dan aktivitas anak. Di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh media sosial, ancaman terhadap anak dinilai tidak lagi hanya datang dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari ruang digital yang sulit dikontrol.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun menegaskan, pengawasan orang tua harus dilakukan secara menyeluruh. Anak tidak cukup hanya ditanya hendak pergi ke mana, tetapi juga perlu diketahui dengan siapa mereka bergaul, kegiatan yang diikuti hingga aktivitas mereka di media sosial.

Menurut Yuni, kelengahan dalam pengawasan dapat membuka celah bagi anak dan remaja terpapar berbagai persoalan serius. Mulai dari penyalahgunaan narkoba, pergaulan seksual berisiko, jeratan pinjaman online (pinjol), kekerasan, hingga ajakan mengikuti kegiatan yang berpotensi berkembang menjadi kericuhan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Orang tua jangan hanya bertanya anaknya pergi ke mana, tetapi juga perlu mengetahui dengan siapa mereka bergaul dan kegiatan apa yang diikuti. Jangan sampai anak terjebak dalam lingkungan yang membawa mereka pada narkoba, seks bebas, pinjol atau tindakan yang dapat merusak masa depannya,” kata Yuni, Sabtu (29/8/2026).

Ruang Digital Tak Kalah Berbahaya
Yuni mengingatkan, pengawasan terhadap anak tidak boleh berhenti ketika mereka berada di dalam rumah. Justru, penggunaan gawai dan media sosial perlu menjadi perhatian serius karena berbagai ajakan dan tawaran berisiko dapat masuk langsung ke ruang pribadi anak.

Salah satu yang disoroti adalah pinjol. Minimnya pemahaman mengenai risiko utang dan transaksi keuangan membuat anak maupun remaja dinilai rentan tergiur tawaran yang beredar di internet. Karena itu, edukasi sejak dini menjadi bagian penting dari pencegahan.

“Sekarang pengaruh terhadap anak bukan hanya datang dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari dunia digital. Karena itu, orang tua perlu memberikan edukasi, termasuk mengenai bahaya pinjol dan berbagai tawaran di media sosial yang dapat menjerumuskan mereka,” ujarnya.

Jangan Biarkan Anak Jadi Korban Ikut-ikutan Selain narkoba dan pinjol, Polda Lampung turut mengingatkan orang tua mengenai keterlibatan anak dalam aksi penyampaian pendapat yang berpotensi berubah menjadi kericuhan. Yuni menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi merupakan hak masyarakat, namun keselamatan anak tetap harus menjadi prioritas.

Baca Juga:  RESMI: Kadis Dinasker Tulang Bawang Tegaskan Eks Pekerja Tak Terdaftar BPJSK Tetap Berhak Dapat JHT dan Jaminan Pensiun

Orang tua diminta memastikan anak tidak berada di tengah situasi yang berisiko, terlebih jika mereka datang hanya karena ajakan teman atau pengaruh media sosial tanpa memahami konsekuensinya.

“Kami mengimbau orang tua memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Jangan sampai mereka hanya ikut-ikutan, kemudian menjadi korban ketika situasi berubah menjadi tidak kondusif,” tegas Yuni.

Ia menilai anak dan remaja masih berada pada fase yang mudah dipengaruhi lingkungan. Karena itu, komunikasi keluarga menjadi kunci agar anak memiliki keberanian untuk menolak ajakan yang berbahaya dan tidak menjadikan teman maupun media sosial sebagai satu-satunya tempat mencari informasi.

“Bangun komunikasi yang terbuka, sehingga anak tidak mencari tempat bertanya hanya dari teman atau media sosial. Berikan pemahaman mana kegiatan yang positif dan mana yang dapat membahayakan dirinya,” tuturnya.

Pencegahan Harus Dimulai dari Rumah Mantan Kapolres Metro tersebut menekankan bahwa pencegahan tidak boleh menunggu sampai anak tersandung persoalan hukum atau menjadi korban. Orang tua perlu peka terhadap perubahan perilaku, pola pergaulan, aktivitas sehari-hari hingga perubahan kebiasaan anak dalam menggunakan media sosial.

“Jangan sampai masa depan anak dipertaruhkan karena keputusan sesaat atau ajakan teman. Kita harus mencegah sejak awal agar mereka tidak terjerumus narkoba, seks bebas, pinjol, kekerasan maupun aksi yang berujung pada huru-hara,” tegasnya.

Yuni menegaskan, perlindungan anak bukan semata-mata tugas kepolisian. Keluarga merupakan benteng pertama yang memiliki peran menentukan dalam membentuk karakter, memberikan pemahaman serta membangun kemampuan anak mengambil keputusan di tengah berbagai pengaruh.

“Keselamatan dan masa depan anak merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan kita edukasi. Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan atau pengaruh lingkungan justru membawa mereka pada situasi yang merugikan,” pungkasnya.

 

 

 

Sumber: Bidhumas

Editor wep / Kompas1.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

167 Lulusan STIA-NUSA Sungai Penuh Resmi Diwisuda, 151 Sarjana dan 16 Diploma Siap Berkiprah
TURNAMEN REMI BOX UNGGAL SPORT SEMARAKKAN HUT KE-81 RI DI SILAT HILIR, 44 PESERTA BERSAING DENGAN KEBERSAMAAN
Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun Jagung, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
CALON KEPALA DESA MEKARSARI LINDA EKAWATI GELAR PENGAJIAN & SANTOONAN ANAK YATIM, PERERAT SILATURAHMI WARGA
Pemasangan Kabel Internet APJATEL Berlangsung Cepat, Jalur Kabel Sudah Ditentukan
Kecamatan Longkib Gelar Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2026, Komitmen Hindari Perselisihan
Semangat kepedulian kembali diwujudkan secara nyata melalui aksi penuh kehangatan.
Menjemput Berkah di Hari yang Agung: Cahaya Jumat dalam Dekapan Berbagi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:42 WIB

167 Lulusan STIA-NUSA Sungai Penuh Resmi Diwisuda, 151 Sarjana dan 16 Diploma Siap Berkiprah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Polda Lampung Pasang Alarm untuk Orang Tua: Anak Rentan Terjerat Narkoba, Pinjol hingga Ajakan Huru-hara

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 04:35 WIB

TURNAMEN REMI BOX UNGGAL SPORT SEMARAKKAN HUT KE-81 RI DI SILAT HILIR, 44 PESERTA BERSAING DENGAN KEBERSAMAAN

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:44 WIB

Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun Jagung, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:36 WIB

CALON KEPALA DESA MEKARSARI LINDA EKAWATI GELAR PENGAJIAN & SANTOONAN ANAK YATIM, PERERAT SILATURAHMI WARGA

Berita Terbaru