Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kabupaten mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki akses jalan yang putus di kawasan Kuta Simboling.
Kerusakan tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat, terutama akses transportasi dan mobilitas warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Kondisi jalan yang terputus juga memaksa masyarakat menggunakan jembatan kayu seadanya sebagai jalur penghubung.
Surya padli ketua EK LMND menilai kondisi tersebut tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut, terlebih menjelang momentum HUT ke-81 RI. Infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta aktivitas sosial warga.
“Pemerintah daerah harus segera turun tangan dan memberikan solusi nyata. Masyarakat jangan terus dipaksa menggunakan jembatan kayu seadanya hanya karena akses jalan belum diperbaiki,” tegas surya.
Menurut LMND, pemerintah daerah perlu melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk melihat kondisi infrastruktur sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat. Perbaikan tidak hanya diperlukan untuk membuka kembali akses warga, tetapi juga memastikan jalur tersebut aman dan layak digunakan.
LMND juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi menyiapkan penanganan yang berkelanjutan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi ketika memasuki musim hujan atau saat debit air meningkat.
“Jelang HUT RI ke-81, semestinya masyarakat dapat merasakan kehadiran negara melalui pelayanan dan pembangunan yang nyata. Jangan sampai masyarakat di Kuta Simboling justru masih harus mempertaruhkan keselamatan dengan melintasi jembatan kayu seadanya,” lanjut surya.
LMND berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil segera merespons keluhan masyarakat dan menetapkan langkah prioritas untuk memulihkan akses jalan di Kuta Simboling.
Peringatan kemerdekaan, menurut LMND, bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memastikan pembangunan dan pemerataan infrastruktur benar-benar dirasakan seluruh masyarakat, termasuk warga yang berada di wilayah yang aksesnya masih mengalami keterbatasan.
Reporter Sabri









