
Dalam upaya memperkuat pembinaan seni budaya Islam dan melestarikan Qasidah sebagai warisan bangsa, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Kabupaten Garut menggelar Rapat Konsolidasi dan Konsultasi bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LASQI Provinsi Jawa Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ponpes Alpadillah, Kecamatan Limbangan,Kabupaten Garut, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Rapat ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPW LASQI Jawa Barat, Ketua dan seluruh pengurus DPD LASQI Kabupaten Garut.
*MEMPERKUAT BUDAYA DAN SENI RELIGI DI TATARAN DAERAH*
Ketua DPD LASQI Kabupaten Garut, Zaenal Ma’ruf,S.I.Kom, dalam sambutannya menyampaikan bahwa LASQI memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pembinaan seni, budaya Islami di tengah masyarakat. Menurutnya, diantaranya Qasidah bukan hanya sekadar seni pertunjukan, tetapi juga merupakan media dakwah bil hal yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin menjadikan LASQI sebagai rumah besar bagi para pecinta seni, Budaya religi di Kabupaten Garut. Melalui konsolidasi ini, kami menyamakan visi dengan LASQI DPW Jawa Barat agar pembinaan berjalan satu komando, terukur, dan berkelanjutan. Garut memiliki potensi besar sebagai lumbung seni dan budaya. Hampir di setiap pesantren dan majelis taklim ada grup Qasidah, apalagi kalau berbicara seni dan budaya lainnya. Ini aset yang harus kita jaga,” ujarnya.
Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara pelestarian budaya lokal Sunda dengan syiar Islam melalui seni. “Budaya Sunda itu lembut, religius, dan cinta damai. Nilai-nilai itu sangat sejalan dengan semangat Qasidah. Kita tidak menentang budaya, tapi kita mengisinya dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.
*ARAHAN DPW LASQI JAWA BARAT: SATU DATA, SATU KEGIATAN, SATU KOMANDO*
Dalam sesi konsultasi, Sekretaris DPW LASQI Provinsi Jawa Barat, H.Moch.Imam Nasrulloh,S.H.,M.H., memberikan arahan langsung terkait program kerja DPW dan kebijakan DPP LASQI Pusat pasca putusan hukum yang berkekuatan tetap.
“Pasca konsolidasi nasional, harus haqqul Yaqin bahwa saat ini LASQI yang berdiri 20 September 1970 hanya satu. Maka di Jawa Barat dan di Garut kita wajib satu barisan. Tidak ada lagi dualisme. Program kita fokus: Mensosialisasikan kembali,pembinaan, perlombaan, dan regenerasi,” tegasnya.
Beberapa poin penting yang disampaikan DPW Jabar antara lain:
1. *Standarisasi Pembinaan*: DPW akan menurunkan modul pelatihan vokal, hadroh, dan aransemen Qasidah Modern ke seluruh DPD agar kualitas terus meningkat dan bisa terus estafet di sampaikan ke tingkat Kecamatan,Desa dan Kelurahan.
2. *Jadwal Lomba Berjenjang*: Persiapan Pekan Seni Qasidah Tingkat Kabupaten Garut akan menjadi seleksi menuju Porseni Qasidah Tingkat Provinsi Jawa Barat.
3. *Pendataan Grup*: Seluruh grup Qasidah, Rebana, Pop Religi, dan Nasyid,juga seni dan budaya lainnya di 42 kecamatan di Garut akan didata ulang untuk pemetaan potensi.
4. *Penguatan AD/ART *: Pengurus diingatkan untuk berpedoman pada AD/ART .
“Kami mengapresiasi semangat DPD LASQI Garut. Kabupaten Garut ini gudangnya seni dan budaya. Kami yakin, dengan pembinaan yang benar, Garut bisa menjadi lumbung juara di tingkat Jawa Barat, Nasional bahkan Internasional,” ungkapnya.
*QASIDAH SEBAGAI BENTENG BUDAYA DAN DAKWAH*
Dalam diskusi, para peserta sepakat bahwa di era digital saat ini, tantangan terhadap moral generasi muda semakin besar. Oleh karena itu, seni Qasidah dipandang sebagai alternatif hiburan yang sehat, mendidik, dan tetap berakar pada budaya.
“Kita tidak anti musik modern. Justru melalui Qasidah Modern dan Pop Religi, kita kemas dakwah dengan cara yang disukai anak muda. Liriknya tetap berisi puji-pujian, sholawat, dan nasihat. Ini cara kita membentengi anak-anak dari pengaruh negatif,” kata KH.RD.Heri Ahmad Jawari, sebagai Dewan Pertimbangan DPD LASQI Kabupaten Garut.
Rapat juga membahas tentang pentingnya pelestarian alat musik tradisional seperti Rebana dan Hadroh yang menjadi ciri khas Qasidah klasik. “Jangan sampai anak cucu kita hanya kenal keyboard dan drum. Rebana itu identitas. Itu harus tetap kita ajarkan,” lanjut peserta lainnya.
*REKOMENDASI DAN LANGKAH LANJUT*
Di akhir rapat, dihasilkan beberapa rekomendasi sebagai tindak lanjut: *Pembentukan Tim Pembinaan*: DPD akan membentuk tim khusus untuk turun langsung ke DPC melakukan Sosialisasi dan pembinaan teknis.
Ketua DPD LASQI Garut menutup rapat dengan mengajak seluruh pengurus untuk bekerja ikhlas. “Ini bukan soal jabatan. Ini tentang bagaimana kita menjaga warisan Wali Songo. Qasidah adalah dakwah. Qasidah adalah budaya. Dan budaya harus kita hidupkan,” pungkasnya.
Wa Ratno










