
Satuan Tugas (Task Force) Program Makan Siang Gratis (MBG) Kabupaten Aceh Singkil mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah merupakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam memenuhi standar sanitasi dan kebersihan.
Kepala Sekretariat Gugus Tugas MBG Kabupaten Aceh Singkil, Rully Suhaidi, mengatakan pengelolaan sampah merupakan salah satu indikator penting dalam proses evaluasi Sertifikat Kebersihan Sanitasi (SLHS) yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan.
”Pengolahan limbah memang merupakan salah satu indikator evaluasi yang masih digunakan oleh sebagian pengelola dapur. Pengolahan limbah ini membutuhkan banyak fasilitas dan biaya sehingga menjadi salah satu tantangan di lapangan,” kata Rully kepada Singkil Terkini, Jumat (7/8/2026).
Meskipun demikian, Rully bersikeras agar para manajer dapur tetap menunjukkan komitmen mereka untuk memenuhi semua persyaratan yang telah ditetapkan.
Pemerintah Pusat & Daerah
Menurutnya, Satuan Tugas tersebut melihat para pengelola dapur terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Lingkungan Hidup (DLH) untuk menyempurnakan sistem pengelolaan limbah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
”Kami melihat bahwa para pengelola dapur tetap serius dalam memenuhi semua persyaratan. Mereka terus berkoordinasi dengan Departemen Kesehatan dan Departemen Lingkungan Hidup agar semua indikator evaluasi dapat terpenuhi,” katanya.
Untuk mempercepat proses, Gugus Tugas secara rutin memantau dapur SPPG. Hasil evaluasi dari Dinas Kesehatan kemudian disampaikan kepada setiap manajer sebagai sarana perbaikan dan tindak lanjut.
Reporter Sabri










