
SUBULUSSALAM – Pendidikan menjadi pondasi utama yang menentukan maju tidaknya sebuah daerah. Ketika sektor pendidikan tertata dengan baik, nama daerah pun akan dipandang positif oleh dunia luar. Menyadari hal tersebut, Wali Kota Subulussalam H. Rasyid Bancin terus menggenjot pembangunan pendidikan di wilayahnya tanpa henti.
Selama memimpin, setiap ada kesempatan berhubungan dengan pemerintah pusat, beliau tidak pernah menyia-nyiakannya. Berbagai upaya lobi dan kolaborasi terus dilakukan demi menghadirkan akses pendidikan yang layak dan merata bagi seluruh putra-putri daerah.
Hasil dari perjuangan tersebut kini mulai terlihat nyata. Salah satunya adalah berdirinya Sekolah Rakyat (SR) yang saat ini sudah beroperasi normal layaknya sekolah pada umumnya. Tak berhenti di situ, dalam waktu dekat akan dibangun Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dengan lahan seluas 20 hektar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski pembangunan gedung SNT masih menunggu tahap konstruksi, namun pada tahun ajaran baru ini proses belajar mengajar sudah dimulai secara terbatas di Gedung BLK. Nantinya, saat gedung SR yang baru selesai dibangun di Desa Buloh Dori sudah siap ditempati, maka SNT akan menempati gedung BLK yang ditinggalkan.
Dengan hadirnya dua lembaga pendidikan ini, diharapkan tidak akan ada lagi anak putus sekolah atau tidak bersekolah karena terkendala biaya. Baik SR maupun SNT sejatinya adalah program dari pemerintah pusat, namun program tersebut tidak akan dengan sendirinya hadir di Subulussalam tanpa perjuangan yang dilakukan.
“Kalau kita hanya diam menunggu tanpa bergerak mendekatkan diri ke pemerintah pusat, kapan pendidikan yang baik akan hadir di daerah kita? Kehadiran SR dan SNT ini adalah bukti bahwa usaha dan perjuangan tidak akan mengkhianati hasil,” ucap pengamat pendidikan setempat.
Kini masyarakat berharap kedua sekolah tersebut dapat berjalan maksimal dan benar-benar menjadi solusi cerdas bagi masa depan generasi penerus Kota Subulussalam.(Ramona)








