Cara Bedain Bos yang Jenius dan Bos yang

- Penulis

Sabtu, 26 September 2026 - 04:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
Oleh : Idat Mustari**

Pernah gak sih kamu punya bos yang rasanya pinter banget, tapi di saat bersamaan bikin kamu sering elus dada? Di dunia kerja, batas antara pemimpin yang cerdik dan yang licik itu emang tipis banget. Dua-duanya sama-sama punya otak encer, sama-sama jago nyari celah, dan sama-sama tahu cara dapetin apa yang mereka mau.

Tapi, dampak ke timnya? Bak bumi dan langit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalau kamu lagi terjebak di antara dua tipe ini, atau pengen tahu bosmu masuk kategori mana, yuk kita bedah bareng-bareng bedanya lewat tiga poin sederhana ini.

1. Niatnya: Demi Maju Bareng atau Cuma “Panggung” Sendiri?

Bos yang cerdik itu ibarat kapten kapal yang visioner. Waktu ada badai (baca: krisis perusahaan), dia bakal muter otak nyari jalan pintas yang aman dan kreatif biar semua kru kapal selamat. Fokusnya adalah win-win solution. Kalau perusahaan untung, timnya juga kecipratan suksesnya.

Nah, kalau bos yang licik beda cerita. Fokus utama dia cuma satu: gimana caranya biar posisi dia aman dan kelihatan keren di mata top management. Dia gak peduli kalau timnya harus lembur bagai kuda sampai tumbang, asalkan nama dia yang harum. Intinya, dia maju dengan menjadikannya kamu sebagai keset.

2. Pas Ada Masalah: Nyari Solusi vs. Nyari Kambing Hitam

Ini adalah red flag paling gampang buat ngeliat kelicikan seseorang.

Pas rencana kerjaan gagal atau target meleset, bos yang cerdik bakal langsung pasang badan. Dia bakal ngumpulin tim, nge-evaluasi apa yang salah secara objektif, dan nyari solusi bareng. Dia tahu kalau menyalahkan orang lain itu gak bakal beresin masalah.

Baca Juga:  Peringati Hari jadi Kota Bandung Ke 215 Setiap Tanggal 25 September

Sebaliknya, bos yang licik punya jurus “lempar batu sembunyi tangan.” Begitu ada blunder, dia bakal langsung sibuk nyari siapa yang bisa disalahin biar cuci tangan. Yang lebih parah, dia jago banget memanipulasi fakta sampai kamu ngerasa kalau itu beneran salah kamu (gaslighting kerjaan).

3. Cara Mainnya: Memotivasi vs. Mengadu Domba

Pemimpin yang cerdik itu paham cara main politik kantor yang sehat. Dia tahu siapa yang punya potensi dan gimana cara merangkul mereka. Dia taktis dalam berkomunikasi, tahu kapan harus tegas dan kapan harus fleksibel, tapi semuanya dilakukan dengan transparan. Kamu bakal ngerasa berkembang kerja di bawah orang kayak gini.

Sementara itu, bos yang licik adalah master dalam strategi divide and conquer alias adu domba. Dia suka bisik-bisik di belakang, bikin kubu-kubuan di kantor, dan sengaja bikin suasana tim gak harmonis. Kenapa? Karena menurut dia, tim yang saling curiga bakal lebih gampang dikendalikan dan gak bakal bersatu buat ngelawan dia.

Kecerdasan tanpa integritas itu namanya kelicikan. Punya bos cerdik bakal bikin kita termotivasi buat tumbuh, tapi kalau punya bos licik, yang tumbuh justru cuma tingkat stres kita.

Kalau kebetulan kamu kerja di perusahaan yang  bosnya   masuk kategori yang licik, maka bersabarlah dan berdoalah semoga kelicikannya tidak membuat mental kamu terpental

** Penulis Buku Bekerja Karena Allah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasien Sesak Parah Dipaksa Sewa Ambulans Luar, Ada Apa dengan RSKK Parakanmuncang ?
POLRES PURWOREJO TANGGAPI KEKERINGAN: BANTUAN AIR BERSIH MENGALIR KE DUSUN WONOSARI
Pemotongan PIP di MTs/MA Hidayatul Ula Di Kecamatan Cipanas “Di duga Masuk Gatagori Pungli, APH Diminta Segera Turun “
Singkil Didesak Tak ‘Pekak’ Atas Instruksi Gubernur dan Jeritan Warga Soal HGU Perkebunan
Mantapkan Personel Jelang Operasi Sikat Musi I 2026, Polres Ogan Ilir Gelar Latpraops
Usai Apel Pagi, HP Seluruh Anggota Sat Intelkam Polres Pekalongan Digeledah Propam!
Darurat Korupsi dan Krisis Moral Pejabat, Gerakan “Petisi 26” Tuntut Reformasi Total di Kabupaten Bogor.
Rp320 Juta Perjalanan Dinas PUPR Aceh Singkil: BMAS Desak Keterbukaan Anggaran Bupati Diminta Mengevaluasi Plt.
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 04:36 WIB

Pasien Sesak Parah Dipaksa Sewa Ambulans Luar, Ada Apa dengan RSKK Parakanmuncang ?

Sabtu, 26 September 2026 - 04:31 WIB

POLRES PURWOREJO TANGGAPI KEKERINGAN: BANTUAN AIR BERSIH MENGALIR KE DUSUN WONOSARI

Sabtu, 26 September 2026 - 04:25 WIB

Cara Bedain Bos yang Jenius dan Bos yang

Jumat, 25 September 2026 - 05:41 WIB

Pemotongan PIP di MTs/MA Hidayatul Ula Di Kecamatan Cipanas “Di duga Masuk Gatagori Pungli, APH Diminta Segera Turun “

Jumat, 25 September 2026 - 03:43 WIB

Singkil Didesak Tak ‘Pekak’ Atas Instruksi Gubernur dan Jeritan Warga Soal HGU Perkebunan

Berita Terbaru

Uncategorized

Cara Bedain Bos yang Jenius dan Bos yang

Sabtu, 26 Sep 2026 - 04:25 WIB