Kompas. 1. Id.
Kementerian Haji dan Umroh ( Kemenhaj) Kabupaten Bandung menyelenggarakan Evaluasi dan Persiapan Penyelenggara Haji tahun 2026 – 2027, berlangsung di Gedung Ormas Soreang, Rabu ( 5/8/26 ).
Kemenhaj bersama para pemangku kepentingan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan haji tahun 2026 – 2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas layanan kepada jemaah.
Evaluasi ini tidak hanya menyoroti aspek operasional, tetapi juga menekankan pentingnya pembinaan, kesehatan, integrasi data, serta peningkatan profesionalisme petugas dalam mendukung penyelenggaraan haji yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Kemenhaj Haji dan Umroh Kabupaten Bandung H. Dudi Suryadarma, S.Ag,. M.A menyampaikan Laporan bahwa dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah, perlu dilakukan evaluasi secara berkelanjutan agar pelayanan yang diberikan dapat semakin maksimal.
Evaluasi ini menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi kekurangan, memperkuat koordinasi, serta menyempurnakan berbagai aspek layanan, sehingga penyelenggaraan haji dan umrah ke depan dapat berjalan lebih baik, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan bersinergi dalam mensukseskan penyelenggaraan ibadah haji. Keberhasilan pelaksanaan ibadah haji ini tidak lepas dari kerja sama, dukungan, dan dedikasi semua unsur yang terlibat, mulai dari pemerintah, petugas, hingga berbagai pihak terkait lainnya. Semoga kebersamaan dan koordinasi yang baik ini terus terjaga demi pelayanan haji yang semakin baik, aman, dan nyaman di masa mendatang, ” Ujar Dudi dalam Sambutannya.
Sementara itu Kepala Kemenhaj Haji dan Umroh Provinsi Jawa Barat, H. Boy Harian Novian, S. E,. M.M , memberikan arahan sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi, menyamakan langkah, dan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan. Arahan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh jajaran dalam meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat sinergi, serta mewujudkan kinerja yang lebih optimal di lingkungan Kemenhaj Jawa Barat.
Boy Harian, Menegaskan bahwa jamaah yang sebelumnya dinyatakan tidak layak, namun kemudian dinyatakan layak, merupakan bagian dari tanggung jawab tim kesehatan dalam memastikan kondisi jamaah benar-benar siap untuk melaksanakan ibadah haji. Proses ini harus dilakukan secara cermat dan profesional demi menjamin keselamatan, kesehatan, serta kenyamanan jamaah selama menjalankan ibadah.
Lebih lanjut, Boy Harian menyarankan bahwa tidak semua jamaah haji memiliki kemampuan yang sama dalam memahami dan menjalani seluruh tahapan ibadah haji. Oleh karena itu, tugas KBIHU memastikan pembimbingan dilakukan secara optimal, sabar, dan terarah agar seluruh jamaah dapat mengikuti manasik serta rangkaian ibadah dengan baik, aman, dan tertib.
KaKemenhaj Haji dan Umroh Prov Jabar, Boy Harian Novian menyarankan agar
kritik yang dibangun adalah guna memperbaiki dan menyempurnakan penyelenggaraan ibadah haji ke depan,
diharapkan dapat menjadi perhatian bersama agar pelayanan, pembimbingan, dan koordinasi dapat berjalan lebih baik, efektif, dan sesuai harapan jamaah.
Boy Harian Novian mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kemenhaj Kabupaten Bandung. Apresiasi ini diberikan atas kerja sama, dedikasi, dan komitmen seluruh pihak dalam mendukung kelancaran kegiatan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. ” Diharapkan sinergi yang baik ini terus terjaga dan menjadi semangat bersama dalam mewujudkan pelayanan haji dan umrah yang semakin baik, tertib, dan profesional, ” Pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut,
Asisten 1 Kesra M. Usman. Mewakili Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna,
KaKemenhaj Haji dan Umroh Prov Jawa Barat Boy Harian Novian,
KaKemanag Kab Bandung, Ramlan Rustandi diwakili Asep Saepuloh , Perwakilan Polresta dan Danlanud serta Kepala Puskesman se Kabupaten Bandung juga pe










