Bongkar Skema Berbelit Trans Jabar, Dedi Mulyadi: Keterlibatan PT Jasa Sarana Akan Dipangkas Mulai Agustus

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
BANDUNG – Masalah penyimpangan alur keuangan tak hanya ditemukan di sektor migas. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menyoroti kejanggalan dalam pelaksanaan proyek transportasi massal Trans Jabar, hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan PT Damri. Dedi menilai keterlibatan BUMD PT Jasa Sarana dalam skema tersebut justru tidak memberikan nilai tambah yang berarti, namun justru menciptakan celah kebocoran.

Menurut penjelasan Dedi, alur pembayaran yang berlaku selama ini mengharuskan Pemprov Jabar menyetorkan dana terlebih dahulu ke PT Jasa Sarana, baru kemudian disalurkan kepada PT Damri selaku operator utama. Dari mekanisme berbelit ini, BUMD tersebut dinilai meraup keuntungan ganda yang sangat tidak masuk akal.

“Siapa nama BUMD-nya? Jasa Sarana. Jasa Sarana baru membayarnya ke Damri. Padahal Jasa Sarana dapat keuntungan dua kali: pertama, dari dana senilai 120 miliar itu dia mendapat potongan 5 persen; kedua, dari pendapatan provinsi juga masih diberikan biaya operasional. Nu gelo ge mikir deui – orang gila pun pasti sadar ada yang salah di sini,” tegas Dedi dengan nada tegas.

Merespons hal tersebut, Dedi memastikan akan mengambil langkah pembenahan tegas mulai bulan depan. Ia berencana menghapus perantara yang dinilai merugikan tersebut.

“Nanti Bapak Ketua DPRD, pekan depan hal-hal yang tidak wajar akan saya rapihkan satu per satu. Mulai bulan Agustus ini saya coret alurnya, pembayaran langsung dari Pemprov Jabar ke Damri, tidak boleh lagi lewat Jasa Sarana. Selama bertahun-tahun ini BUMD ini ibarat berperan sebagai perantara calo yang merugikan, dan hal itu sudah sangat berlebihan,” ujarnya.

Reformasi mekanisme ini akan segera dilaksanakan bersama jajaran DPRD Jawa Barat guna memastikan anggaran berjalan tepat sasaran, efisien, dan sepenuhnya bermanfaat demi pelayanan transportasi masyarakat Jawa Barat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Respon Cepat Saat Patroli, Polisi Berhasil Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan
PEMILIHAN KETUA RW 06 MEKARRAHAYU BERLANGSUNG DAMAI, MA’MUR TERPILIH DENGAN PEROLEHAN 221 SUARA
Kunjungan Awak Media Kompas1ID dan Liputan6 ke Desa Semerantau, Wujud Komitmen Menghadirkan Informasi Akurat dari Pelosok Kapuas Hulu
WARGA DESAK PEMERINTAH, JALAN PENGHUBUNG NANGA NYAWA–NANGA LUAN RUSAK PARAH
Warga Desak Pemerintah Segera Perbaiki Jalan Penghubung Nanga Nyawa–Nanga Luan yang Rusak Parah
Diduga Kembali Terjadi Perusakan Tanaman di Tanah Wilayat Adat Kebuayan Belunguh, Masyarakat Minta Polisi Bertindak Tegas
Banteng Garut Mulai Mengamuk! PDIP Bidik Hingga 8 Kursi DPRD di Pemilu 2029
Gotong Royong Bangun Masjid, Warga Desa Tanjung Emas Perkuat Semangat Kebersamaan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:40 WIB

Respon Cepat Saat Patroli, Polisi Berhasil Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:20 WIB

Bongkar Skema Berbelit Trans Jabar, Dedi Mulyadi: Keterlibatan PT Jasa Sarana Akan Dipangkas Mulai Agustus

Minggu, 2 Agustus 2026 - 23:48 WIB

PEMILIHAN KETUA RW 06 MEKARRAHAYU BERLANGSUNG DAMAI, MA’MUR TERPILIH DENGAN PEROLEHAN 221 SUARA

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Kunjungan Awak Media Kompas1ID dan Liputan6 ke Desa Semerantau, Wujud Komitmen Menghadirkan Informasi Akurat dari Pelosok Kapuas Hulu

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:41 WIB

WARGA DESAK PEMERINTAH, JALAN PENGHUBUNG NANGA NYAWA–NANGA LUAN RUSAK PARAH

Berita Terbaru