Kompas1.id
PALANGKA RAYA – Sejumlah peternak ayam yang tergabung dalam Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Rabu (29/7/2026). Sebagai bentuk protes nyata, massa membawa dan membuang tumpukan bangkai ayam yang diduga mati akibat pemadaman listrik bergilir yang belakangan ini sering terjadi.
Para peternak menyatakan sistem kandang modern tipe close house yang mereka gunakan sangat bergantung pada fungsi kipas penghisap udara atau blower yang digerakkan listrik. Akibat pasokan listrik yang sering padam dan tidak menentu, sistem pengaturan suhu serta sirkulasi udara di dalam kandang terhenti total. Hal inilah yang menyebabkan ribuan ekor ayam mati mendadak dan menimbulkan kerugian materi yang sangat besar.
Melalui aksi ini, para peternak menuntut penjelasan resmi serta pertanggungjawaban dari pihak PLN terkait ketidakstabilan pasokan listrik yang sangat merugikan usaha mereka. Hingga saat ini belum ada pernyataan tanggapan resmi dari pihak PLN terkait tuntutan yang disampaikan.***
—
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT














