Refleksi Budaya, Air, dan Film Dokumenter di Bandung

- Penulis

Kamis, 30 Juli 2026 - 03:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
​Bandung, 30 Juli 2026 — Diskusi mendalam mengenai pelestarian lingkungan dan kearifan lokal kembali menggema di ruang publik Kota Bandung. Bertempat di Café Tudeblang pada Kamis (30/7), sebuah perbincangan interaktif menghadirkan para akademisi dan praktisi lintas bidang untuk membedah esensi pentingnya menjaga sumber air berbasis nilai-nilai tradisi Sunda, yang turut disorot melalui medium film dokumenter.

​Acara yang diinisiasi di café yang berlokasi di Bandung ini menyoroti tema besar tentang Ngalokat Cai—sebuah upaya spiritual dan ekologis untuk memuliakan air.

​Air dalam Naskah Sunda Kuno dan Kebijaksanaan Leluhur
​Narasumber pertama, Soni Sonjaya, SH, M.Ikom, memaparkan pandangannya dari sudut pandang filologi dan naskah Nusantara. Menurutnya, konsep Patanjala dalam naskah Sunda kuno merekam bagaimana leluhur memandang air bukan sekadar kebutuhan fisik, melainkan sistem tata kelola kehidupan yang holistis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Patanjala sebutan untuk pengelolaan air atau bagaimana manusia mengelola air dan itu tercantum dalam naskah Sunda kuno. Kalau kita berbicara soal air tentu ini jadi sumber penghidupan pertama dari segala kehidupan karena ia dapat menumbuhkan tetumbuhan, hewan, dan manusia. Bilamana air tidak dikelola dengan baik, lantas bagaimana keberlangsungan hidup semua makhluk?” ujar Soni.

​Pernyataan ini menegaskan bahwa kearifan lokal masyarakat Sunda masa lalu telah menempatkan konservasi air sebagai pilar utama peradaban.
​Tantangan Modernitas dan Identitas Budaya
​Sementara itu, Bonie Nugraha, S.Sos, MA, menyoroti pentingnya merefleksikan kembali akar budaya bangsa di tengah gempuran modernisasi dan standardisasi global. Ia menekankan bahwa pelestarian tradisi leluhur merupakan wujud nyata harga diri bangsa.

​”Melestarikan kegiatan apa yang telah dilakukan oleh leluhur adalah suatu bentuk penghormatan terhadap identitas diri, suku, dan budaya yang terus-menerus dilakukan dari dulu hingga sekarang,” ungkap Bonie.
​Ia juga mengkritisi kecenderungan masyarakat era modern yang kerap mengadopsi standar asing, padahal kekayaan nilai nusantara jauh lebih relevan menjawab krisis hari ini. Bonie menambahkan bahwa kajian budaya harus bertransformasi menjadi gerakan nyata.

Baca Juga:  Kuwu Desa Cikupa Meli Pemilia, S.S. Berikan Apresiasi kepada Anggota KWT yang Manfaatkan Lahan Kosong Pekarangan

​”Kajian budaya yang dijadikan alat propaganda—dalam hal ini tema ‘ngalokat irung cai’—harus menghasilkan perubahan pada mindset masyarakat untuk menghormati air dengan tidak mengotori sungai, tidak membuang sampah ke sungai, dan lain-lain, karena sejatinya air adalah sumber kehidupan,” tegasnya.
​Film Dokumenter sebagai Media Advokasi Lingkungan

​Sebagai pelengkap perspektif, praktisi dan akademisi seni rupa serta perfilman, Dara Bunga Rembulan, S.Sn, M.Sn, membedah karya dokumenter lokal garapan kreator muda Irfan dan Rizki yang turut menjadi bahan diskursus dalam pertemuan tersebut. Ia menilai bahwa medium audio-visual memiliki kekuatan strategis dalam menyuarakan isu-isu ekologi.

​”Kalau kita berbicara soal film, tujuan utama dari film adalah sebagai media advokasi. Karena ini mengangkat isu budaya, maka tujuan dari pembuatan film tersebut adalah bagaimana masyarakat luas dapat menyadari kebudayaan yang harus dilestarikan juga dijaga dengan kesungguhan dari sudut pandang menjaga sumber mata air,” jelas Dara.
​Ia juga memberikan apresiasi konstruktif terhadap karya dokumenter yang dibahas. Menurutnya, struktur dan bentuk film dokumenter karya Irfan dan Rizki secara substansial telah memenuhi kaidah estetika dan sinematik yang baik, tinggal diberikan sentuhan akhir agar pesan yang disampaikan lebih mendetail dan menggugah emosi penonton.
​Penutup

​Diskusi di Café Tudeblang ini ditutup dengan kesimpulan bahwa pelestarian air melalui pendekatan budaya dan seni bukanlah nostalgia masa lalu, melainkan strategi bertahan hidup (survival strategy) bagi generasi masa depan di Bandung dan tatar Sunda secara luas. Sinergi antara naskah kuno, kesadaran sosiologis, dan media film diharapkan mampu menyulut kesadaran kolektif untuk kembali merawat sumber-sumber kehidupan yang tersisa.#BFIC BrotherhoodForIndonesianCulture#Budayaleluhur#BaktiUntukNegri Bob Hariawan Kabiro kota Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodim Purworejo Buka Open Turnamen Voli Dandim Cup I, Semarakkan HUT TNI ke-81 dengan Semangat Sportivitas
MEDIA KOMPAS1 ID MERAYAKAN ULANG TAHUN KEDUA, TEKAD TETAP HADIRKAN BERITA INDEPENDEN DAN TERPERCAYA
Desa Sidomekar Bersalawat Bersama Habib Umar Al-Haddad, Warga Larut dalam Doa dan Tausiyah
234 Pejabat Pemkab Way Kanan Dikukuhkan dan Dilantik, Bupati Ayu Tekankan Pelayanan Publik
Joni Helmi Resmi Dilantik sebagai Camat Banjit,Diminta Perkuat Pelayanan Masyarakat
Pertengkaran Antrean BBM di AMPS Semitau Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Pengawasan dan Penyaluran
Diduga Hendak Rampas Motor di Sidoarjo Way Kanan, Pria 18 Tahun Diamankan Satreskrim Polres Way Kanan
Polsek pakuan Ratu Ringkus Diduga Pelaku Curat dan Penggelapan Sepeda Motor
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 04:11 WIB

Kodim Purworejo Buka Open Turnamen Voli Dandim Cup I, Semarakkan HUT TNI ke-81 dengan Semangat Sportivitas

Sabtu, 26 September 2026 - 03:22 WIB

MEDIA KOMPAS1 ID MERAYAKAN ULANG TAHUN KEDUA, TEKAD TETAP HADIRKAN BERITA INDEPENDEN DAN TERPERCAYA

Jumat, 25 September 2026 - 16:30 WIB

Desa Sidomekar Bersalawat Bersama Habib Umar Al-Haddad, Warga Larut dalam Doa dan Tausiyah

Jumat, 25 September 2026 - 07:53 WIB

234 Pejabat Pemkab Way Kanan Dikukuhkan dan Dilantik, Bupati Ayu Tekankan Pelayanan Publik

Jumat, 25 September 2026 - 07:13 WIB

Joni Helmi Resmi Dilantik sebagai Camat Banjit,Diminta Perkuat Pelayanan Masyarakat

Berita Terbaru