Aceh Singkil kompas1.id –
Menjunjung tinggi adat istiadat “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” sebuah prosesi adat Peusijuk atau tepung tawar digelar untuk satu unit alat berat jenis excavator (Beko) di Desa Ujung Bawang, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, pada Selasa (14/07/2026).
Kegiatan religi dan budaya ini dilakukan sebagai bentuk permohonan doa kepada Allah SWT agar operasional alat berat tersebut diberikan kelancaran, keberkahan, serta dijauhkan dari segala marabahaya selama bekerja di lapangan.
Ritual Adat untuk Keselamatan Prosesi Peusijuk dipimpin langsung oleh pemuka agama setempat, Tengku Imum Masjid Desa Ujung Bawang, Sudirman. Turut hadir dalam acara tersebut Kadus, Maswar, tokoh masyarakat, serta kru operator dan kenek alat berat.
Maswar, selaku Kepala Dusun (Kadus) Teladan Makmur, menyampaikan bahwa tradisi ini merupakan langkah penting sebelum alat diterjunkan ke lokasi kerja. “Kami melaksanakan tepung tawar ini agar segala pekerjaan yang dilakukan nantinya mendapat rida dari Allah SWT dan alat ini membawa manfaat bagi pemilik maupun masyarakat,” ujarnya.
Dukungan Pembangunan Desa Alat berat tersebut merupakan milik Herman, atau yang akrab disapa Bongkat, warga Desa Ujung Bawang. Setelah menyelesaikan pekerjaan di lahan pribadi pemilik, excavator ini dipastikan akan siap melayani jasa sewaan bagi masyarakat luas, khususnya di Desa Ujung Bawang dan desa-desa tetangga di wilayah Aceh Singkil.
Kehadiran sarana ini diharapkan dapat membantu percepatan pembangunan infrastruktur maupun pembukaan lahan produktif milik warga sekitar.
Doa Bersama Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Tengku Imum Sudirman. Dalam untaian doanya, ia memohon agar sang pemilik, operator, dan seluruh pihak yang terlibat senantiasa dalam lindungan-Nya.
“Semoga Allah memberikan kita semua kelancaran dalam bekerja serta nantinya membuahkan berkah bagi ekonomi masyarakat,” tutup Mawar mengutip harapan warga yang hadir.
Reporter Sabri














