Warga Desa Lae Butar Keluhkan Pelayanan dan Dampak Operasional PT Socfindo, Minta Perhatian Pansus DPRK Aceh Singkil

- Penulis

Minggu, 5 Juli 2026 - 02:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SINGKIL kompas1.id
Keluhan mengenai pelayanan serta dampak operasional PT Socfindo Lae Butar kembali mencuat. Salah seorang warga Desa Lae Butar, Sahnun Berutu, menyampaikan kekecewaannya terkait proses administrasi di perusahaan tersebut yang dinilai tidak transparan dan dipersulit.

‎Sahnun mengungkapkan, meskipun ia telah memenuhi seluruh persyaratan yang diarahkan oleh Asisten Kepala PT Socfindo, proses teknis di lapangan justru mengalami kendala tanpa alasan yang jelas dari pihak teknisi perusahaan.

‎“Saya telah mengikuti seluruh prosedur yang diarahkan. Namun, saat memasuki tahap pelaksanaan, pelayanan yang saya terima tidak sesuai dengan harapan,” ujar Sahnun, Sabtu (4/7/2026).

‎Selain persoalan pelayanan, Sahnun juga menyoroti dampak lingkungan yang dialami warga di sekitar kawasan pabrik. Ia menyebutkan bahwa bau limbah serta polusi asap dari operasional pabrik telah lama mengganggu kenyamanan warga setempat.

‎Sahnun juga memaparkan dampak fisik aktivitas perkebunan kelapa sawit yang berbatasan langsung dengan tempat tinggalnya. Ia menuturkan bahwa pelepah sawit yang dipotong saat panen kerap jatuh mengenai rumahnya. Bahkan, menurut pengakuannya, pernah terdapat pelepah sawit yang tersangkut di atas atap rumah hingga mengering dan membusuk, yang mengakibatkan kebocoran pada atap rumahnya.

‎Meski selama ini ia bersikap kooperatif dan tidak menuntut ganti rugi, Sahnun berharap perusahaan memberikan perlakuan yang lebih adil bagi warga sekitar.

‎“Saya hanya berharap ada perhatian dan perlakuan yang adil kepada masyarakat. Jangan sampai warga yang selama ini bersabar justru dipersulit ketika membutuhkan pelayanan,” tegasnya.

‎Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Sahnun mendesak Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Singkil untuk bertindak lebih jauh dalam melakukan pengawasan. Ia berharap Pansus tidak hanya fokus pada aspek administrasi, tetapi juga menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dampak operasional perusahaan. Ia berharap pihak berwenang dapat memanggil pihak terkait guna mencari solusi yang berpihak pada kepentingan masyarakat dengan tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Socfindo Lae Butar belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan dari pihak perusahaan guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang dan profesional.

‎Reporter Sabri

Baca Juga:  Satpol PP dan WH Kota Subulussalam Musnahkan Ribuan Liter Tuak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembatasan Aliran Listrik di Kalimantan Barat Akibat Gangguan PLTU
Ibu Rumah Tangga Meninggal dalam Kebakaran Rumah di Palabuhanratu
Diduga Oknum LSM atau Wartawan Minta Uang Rp3 Juta, Masyarakat Desa Guradog Masih Menanti Kejelasan
‎Siang Berubah Kelam: Kebakaran Melanda Kawasan Rimo, Sejumlah Rumah Hangus Terbakar
Jembatan Perintis Garuda Hampir Rampung, Gotong Royong TNI dan Warga Wujudkan Akses yang Lama Dinantikan
*BUPATI KENDAL HADIRI KHAUL PANGERAN SAMBONG & MERTI DESA SAMBONGSARI DI HUTAN LINDUNG MAHONI*
‎Publik Desak Tim Pansus DPRK Aceh Singkil Transparan, Kunjungan ke Sejumlah PT Harus Berbuah Hasil
Penambalan Jalan Desa Sendiri Oleh Warga, Bantuan Desa Belum Tercapai
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 02:46 WIB

Warga Desa Lae Butar Keluhkan Pelayanan dan Dampak Operasional PT Socfindo, Minta Perhatian Pansus DPRK Aceh Singkil

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:17 WIB

Pembatasan Aliran Listrik di Kalimantan Barat Akibat Gangguan PLTU

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:44 WIB

Diduga Oknum LSM atau Wartawan Minta Uang Rp3 Juta, Masyarakat Desa Guradog Masih Menanti Kejelasan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:31 WIB

‎Siang Berubah Kelam: Kebakaran Melanda Kawasan Rimo, Sejumlah Rumah Hangus Terbakar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:13 WIB

Jembatan Perintis Garuda Hampir Rampung, Gotong Royong TNI dan Warga Wujudkan Akses yang Lama Dinantikan

Berita Terbaru

Berita

Peran Kamera Profesional dalam Produksi Siaran Modern

Minggu, 5 Jul 2026 - 00:47 WIB