Kompas1.id
GARUT – Ribuan warga memadati jantung Kota Garut dalam aksi damai yang digelar oleh Masyarakat Garut Bersatu (MAGATU) pada Senin, 22 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan sekaligus pengawalan terhadap keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan mawar putih sebagai simbol perdamaian dan harapan perjuangan rakyat.
Sejak pukul 07.00 WIB, peserta aksi telah berkumpul secara tertib di Simpang Lima Garut sebagai titik pemberangkatan. Membawa spanduk, poster, dan atribut pendukung, mereka melakukan perjalanan beriringan menuju Gedung Bupati Garut. Sepanjang jalan, peserta membagikan bunga mawar putih kepada warga dan pengguna jalan sebagai lambang kedamaian, harapan, serta kepedulian agar program ini tetap berjalan sesuai tujuannya.
Sesampainya di depan Gedung Bupati, massa menyampaikan aspirasi melalui orasi dan pernyataan sikap. Dalam aksi ini, mereka mengajukan sejumlah tuntutan, antara lain:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Mempertahankan keberlangsungan Program MBG
2. Mengusut tuntas segala dugaan korupsi yang terkait dengan program tersebut
3. Melakukan perbaikan sistem pelaksanaan secara menyeluruh
4. Menyediakan menu makanan yang layak, sehat, dan berkualitas
5. Menjatuhkan hukuman tegas bagi oknum yang terbukti melakukan penyimpangan
6. Memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil
7. Meningkatkan pengawasan ketat terhadap operasional dapur-dapur pelaksana MBG
Koordinator aksi, Restik, menegaskan bahwa kehadiran masyarakat bukan untuk menentang, melainkan untuk mendukung sekaligus mengawal kebijakan yang dinilai sangat membantu warga.
“Kami mendukung penuh program MBG karena manfaatnya sudah terasa nyata. Namun kami meminta pemerintah lebih serius mengelola, mengawasi, dan mengevaluasinya. Jangan sampai rakyat kecil yang seharusnya menerima manfaat justru menjadi korban akibat lemahnya pengawasan atau ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas jika ditemukan indikasi penyalahgunaan anggaran. Setiap rupiah yang dialokasikan untuk rakyat, harus dipastikan sampai ke tangan penerima yang berhak.
Uniknya, penyelenggaraan aksi ini didanai secara swadaya melalui patungan sukarela dari warga, sebagai bukti bahwa dukungan ini lahir dari kesadaran bersama atas manfaat program yang dirasakan langsung.
Mengusung semboyan “Mawar Putih di Tangan, Harapan Rakyat di Hati!”, aksi damai ini menyampaikan pesan kuat: masyarakat siap bersatu menjaga program yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, agar berjalan lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi masa depan yang lebih baik.
(Ridickpuad)














