*1 Muharram*

- Penulis

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*Oleh : Idat Mustari***
Bandung kompas1.id
Boleh jadi, tidak sedikit  orang Islam di negeri ini,  tahu atau sadar bahwa tanggal 1 Muharram sebagai Tahun Baru Islam di tahun ini (2026) karena lihat kalender tanggal 16 Juni 2026 berwarna merah. Dan memang realitanya bahwa umat Islam di sini lebih familiar dengan kalender Masehi ketimbang kalender Hijriah. Terlebih-lebih moment pergantian tahun baru Islam tidak seheboh pergantian tahun baru masehi.Tidak ada kembang api, tidak ada arak-arakan.

Jika pun 1 Muharram diperingati, diacarakan biasanya diadakan di masjid-masjid dalam bentuk kegiatan keagamaan, seperti pengajian akbar, istighosah, pawai obor, dan santunan anak yatim. Di berbagai daerah di Indonesia, momen ini juga dirayakan dengan tradisi budaya khas, seperti Tabuik di Pariaman serta Kirab Pusaka dan Tradisi Mubeng Beteng di Jawa.

Padahal di 1 Muharram ada makna yang sangat dalam, dimana kita sebagai umat Islam diajak untuk kembali mengingat sejarah perjalanan Rasulullah saw di masa lalu. Memori umat Islam diingatkan kembali pada masa silam agar tidak lupa akan sebuah peristiwa. Bahwa di bulan Muharram ada peristiwa besar yakni hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Madinah. Yang kata Alm Cak Nur (Nurchalis Madjid), Hijrah bukan sekadar perpindahan geografis dari Makkah ke Madinah. Hijrah adalah _turning_ _point_ (titik balik) pejuangan Rasulullah SAW dari fase penanaman moral di Makkah, menuju pembentukan masyarakat politik. Karena itu nama kota tempat beliau berhijrah,Yatsrib, beliau rubah menjadi Madinah, yang maknanya ialah kota dalam pengertian tempat peradaban, hidup beradab,berkesopanan dan teratur dengan hukum-hukum yang ditaaati oleh semua warga. Nama lengkapnya ialah Madinat al-Rasul artinya kota Rasul. Peristiwa itulah yang kemudian dijadikan titik pijak perhitungan kalender Islam, oleh-dijaman Umar Bin Khatab Ra.

Tentu saja , harapan utama dari peringatan 1 Muharram sebagai media menginjeksikan ingatan-ingatan tentang nilai kejuangan. Tentang sebuah epos dalam fragmen sejarah kenabian yang telah mencapai puncak-puncak keadaban itu. Menghidupkan memori hijrah sebenarnya media  menghidupkan narasi spirit masa lampau.

Peristiwa hijrah menjadi titik tolak lahirnya peradaban Islam yang lebih kuat, inklusif, dan berdampak luas. Dari sinilah Islam bukan saja mengandung ajaran yang hanya berisi ibadah secara personal, bukan pula sekedar gerakan kultural  tetapi juga ibadah sosial dan gerakan struktural.

Islam bukan saja mengajarkan bagaimana hubungan manusia dengan Allah tetapi juga mengajarkan bagaimana menata hidup yang baik sebagai mahluk sosial. Dari sini pula seorang muslim bukan saja harus saleh secara individual tetapi juga harus saleh secara sosial.

Dalam kehidupan sehari-hari, spirit hijrah bisa diwujudkan dengan memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, membangun hubungan sosial yang lebih sehat, hingga memilih gaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. Setiap individu punya peluang untuk berhijrah—meski tak harus melintasi padang pasir, cukup dengan melintasi batas-batas diri sendiri.

Sayangnya, perayaan Tahun Baru Hijriah sering kali hanya menjadi rutinitas simbolik pawai obor, pengajian akbar, atau sekadar hiasan kalender. Padahal, yang paling dibutuhkan adalah pemaknaan yang lebih dalam. Hijrah adalah proses internal yang sunyi tapi berdampak nyata. Ia tak butuh sorotan, tapi butuh keteguhan dan komitmen pribadi untuk terus menjadi lebih baik. Dan semoga saja kita bisa !

Akhirnya saya ucapkan “Selamat Tahun Baru Islam 1448 H. Semoga hati semakin dekat dengan Allah, hidup pun semakin penuh makna dan jadi pribadi yang lebih baik.”

** Penulis Buku Bekerja Karena Allah dan Komisaris di BUMD kab Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru