Jembatan Maut Nanga Ngeri–Landau Badai: Warga Pertaruhkan Nyawa di Tengah Lambannya Respons Pemerintah

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID || Di pelosok Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, terdapat sebuah akses penghubung yang kini lebih pantas disebut sebagai “jalur pertaruhan nyawa” daripada sarana transportasi.

Jembatan kayu yang menghubungkan Desa Nanga Ngeri dan Desa Landau Badai di Kecamatan Silat Hulu berada dalam kondisi memprihatinkan.

Struktur yang lapuk, papan yang rusak, serta lubang-lubang besar di badan jembatan menjadi ancaman nyata bagi setiap warga yang melintas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belum lama ini, sebuah insiden nyaris merenggut nyawa pengguna jalan yang melintasi jembatan tersebut. Peristiwa itu bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan peringatan keras bahwa kondisi jembatan telah berada pada titik yang sangat membahayakan.

Setiap hari, masyarakat harus menghadapi risiko besar demi menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kebutuhan dasar lainnya.

Ironisnya, kerusakan yang terjadi bukanlah persoalan baru. Kondisi jembatan yang semakin memburuk telah lama menjadi keluhan warga.

Namun hingga kini, perbaikan yang memadai belum juga terealisasi. Akibatnya, masyarakat terus dipaksa menghadapi ancaman keselamatan yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara untuk dicegah.

Persoalan ini tidak hanya mencerminkan rusaknya infrastruktur, tetapi juga menjadi gambaran ketimpangan pembangunan yang masih dirasakan masyarakat di wilayah pedalaman.

Baca Juga:  Pemerintah Tetapkan WFH ASN Setiap Jumat, Berlaku Nasional — Ini Alasan Utamanya

Di saat berbagai proyek pembangunan terus berjalan di banyak daerah, warga Nanga Ngeri dan Landau Badai masih harus bergantung pada jembatan yang sewaktu-waktu dapat runtuh.

Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, hingga pemerintah pusat perlu memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini. Keselamatan masyarakat tidak boleh menunggu hingga jatuhnya korban jiwa.

Infrastruktur dasar seperti jembatan merupakan kebutuhan vital yang menentukan akses warga terhadap pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.

Masyarakat tidak membutuhkan janji baru. Yang dibutuhkan saat ini adalah langkah nyata dan tindakan cepat untuk memperbaiki akses penghubung yang menjadi urat nadi kehidupan warga.

Nanga Ngeri dan Landau Badai bukan wilayah pinggiran yang boleh diabaikan, melainkan bagian dari Indonesia yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pembangunan yang layak dan berkeadilan.

Sudah saatnya pemerintah hadir dengan solusi konkret. Jangan tunggu tragedi terjadi dan korban berjatuhan sebelum tindakan diambil. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, dan perbaikan jembatan Nanga Ngeri–Landau Badai harus segera direalisasikan.

 

Reporter: Dedi Kompas1.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengadilan Tinggi Tipikor Tanjung Karang Vonis Mantan Kepala BPN Lampung Selatan Lepas dari Segala Tuntutan Hukum
Bupati Nanda Indira Terima Penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026
Delapan Anggota OPM Kodap XV/Ngalum Kupel Kembali ke NKRI di Kiwirok Kamis, 11 Juni 2026
Polres Lampung Utara Bersama Dinas Perdagangan Lakukan Pemantauan SPBU Pasca Penyesuaian Harga Pertamax
JEMBATAN MAUT” NANGA NGERI – LANDAU BADAI Simbol Pengkhianatan Janji dan Matinya Nurani Penguasa
Tekad Kuat Heri Kusnadi Pimpin PWI Kabupaten Ogan Ilir
Dinas Perdagangan Lampung Utara Gelar Pasar Murah Selama 2 Minggu Untuk Mengendalikan Inflasi
Jembatan Maut” Nanga Ngeri – Landau Badai: Simbol Pengkhianatan Janji dan Matinya Nurani Penguasa
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49 WIB

Pengadilan Tinggi Tipikor Tanjung Karang Vonis Mantan Kepala BPN Lampung Selatan Lepas dari Segala Tuntutan Hukum

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:44 WIB

Bupati Nanda Indira Terima Penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:02 WIB

Delapan Anggota OPM Kodap XV/Ngalum Kupel Kembali ke NKRI di Kiwirok Kamis, 11 Juni 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:51 WIB

Polres Lampung Utara Bersama Dinas Perdagangan Lakukan Pemantauan SPBU Pasca Penyesuaian Harga Pertamax

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:42 WIB

JEMBATAN MAUT” NANGA NGERI – LANDAU BADAI Simbol Pengkhianatan Janji dan Matinya Nurani Penguasa

Berita Terbaru