JEMBATAN MAUT” NANGA NGERI – LANDAU BADAI Simbol Pengkhianatan Janji dan Matinya Nurani Penguasa

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
KAPUAS HULU, KALIMANTAN BARAT — Di salah satu pelosok negeri ini, terbentang sebuah jalur yang bukan lagi sekadar akses penghubung, melainkan telah menjadi “jalur pertaruhan nyawa”. Jembatan kayu yang menghubungkan Desa Nanga Ngeri dengan Desa Landau Badai, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Strukturnya hancur lebur, kayunya lapuk dimakan usia, dan lubang-lubang besar terbuka lebar, memaksa warga mempertaruhkan keselamatan setiap kali melintas demi menyambung hidup.

Baru-baru ini terjadi insiden yang nyaris merenggut nyawa pengendara saat melewatinya. Kejadian itu bukan sekadar musibah biasa, melainkan peringatan keras bahwa jembatan ini sudah berada di ambang keruntuhan. Penyangga yang retak dan pijakan yang tidak aman menjadi saksi bisu bagaimana masyarakat di wilayah ini dibiarkan berjuang sendiri menghadapi risiko kematian setiap hari.

Namun, yang lebih menyakitkan dari kondisi fisik jembatan yang rusak adalah rusaknya kepercayaan dan seolah matinya nurani para pemangku kebijakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah hiruk-pikuk pembangunan di berbagai tempat, akses vital ini justru terabaikan. Saat masa kampanye, jembatan ini kerap dijadikan komoditas politik: difoto, dijanjikan akan segera diperbaiki, dan dijadikan alat meraih dukungan suara. Namun begitu jabatan diduduki, janji-janji itu lenyap begitu saja. Para penguasa seolah mengalami amnesia, menutup mata dan telinga terhadap keluhan warga.

Baca Juga:  Wakil Wali Kota Bandung Erwin Tak Lagi Pimpin Satgas Yustisi & PKL, Posisi Kini Dipegang Sekda

Pola ini terasa sangat menyakitkan: rakyat dijajakan janji manis saat pemilihan, lalu ditinggalkan begitu saja saat infrastruktur dasar mereka sudah rusak parah. Apakah nyawa warga di pelosok ini dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang sering dialokasikan untuk proyek pencitraan di pusat kota?

Kepada seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat: apakah hati nurani masih terasa? Sementara para pejabat menikmati fasilitas lengkap dan jalan aspal mulus, saudara mereka di sini harus berjalan hati-hati, berdoa agar jembatan tidak runtuh saat dipakai.

Jangan menunggu jatuh korban jiwa baru bertindak. Jangan pula menunggu kasus ini viral di media sosial baru dilakukan peninjauan yang terkesan hanya seremonial belaka.

Masyarakat menuntut tanggung jawab nyata, bukan sekadar pernyataan di atas kertas. Aksi konkret segera dibutuhkan untuk memperbaiki atau membangun jembatan baru. Warga Nanga Ngeri dan Landau Badai bukan warga kelas dua; mereka berhak mendapatkan rasa aman dan pembangunan yang merata.

Jika masih tersisa rasa kemanusiaan dan integritas, turunlah ke lapangan sekarang juga. Lihat sendiri kondisi memprihatinkan ini dan rasakan beban yang dipikul warga setiap harinya. Negara harus hadir, sebelum jembatan ini benar-benar menelan korban yang tidak dapat dikembalikan lagi.

Reporter: Dedi
Kompas1.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DUGAAN AKTIVITAS TAMBANG EMAS TANPA IZIN DI GUNUNG CI BURULUK DISOROT, APARAT DIMINTA LAKUKAN PEMERIKSAAN”
Desa Sidomekar Bersalawat Bersama Habib Umar Al-Haddad, Warga Larut dalam Doa dan Tausiyah
Ketua DPD IWOI Purworejo Sampaikan Ucapan HUT ke-2 Kompas1.id, Dorong Pers Makin Profesional dan Terpercaya
Polres Purworejo Memberikan Bantuan Air Bersih Kepada Masyarakat Desa Guyangan Kecamatan Loano Purworejo
Berbagi Kebahagiaan di Usia Emas Kedua: Kompas1.Id Tebar Kebaikan untuk Sesama
SIAPKAN MENTAL, KUATKAN TEKAD! LSM HARIMAU Siap Gelar Aksi Moral Besar-Besaran di MNC Tower 28 September 2026.
DPD IPKBI Beri Apresiasi Semangat Harlah Karang Taruna Kabupaten Bandung
Pemuda Asal Pemalang Ditemukan Meninggal di Kost Kajen
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 00:55 WIB

DUGAAN AKTIVITAS TAMBANG EMAS TANPA IZIN DI GUNUNG CI BURULUK DISOROT, APARAT DIMINTA LAKUKAN PEMERIKSAAN”

Jumat, 25 September 2026 - 16:30 WIB

Desa Sidomekar Bersalawat Bersama Habib Umar Al-Haddad, Warga Larut dalam Doa dan Tausiyah

Jumat, 25 September 2026 - 16:21 WIB

Ketua DPD IWOI Purworejo Sampaikan Ucapan HUT ke-2 Kompas1.id, Dorong Pers Makin Profesional dan Terpercaya

Jumat, 25 September 2026 - 14:52 WIB

Polres Purworejo Memberikan Bantuan Air Bersih Kepada Masyarakat Desa Guyangan Kecamatan Loano Purworejo

Jumat, 25 September 2026 - 11:26 WIB

Berbagi Kebahagiaan di Usia Emas Kedua: Kompas1.Id Tebar Kebaikan untuk Sesama

Berita Terbaru