Sudah Setahun Ambrol, Tembok Pembatas Omah Lembu Farm Purworejo Belum Bisa Diperbaiki

- Penulis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
PURWOREJO – Sudah hampir satu tahun berlalu, tembok pembatas milik Omah Lembu Farm yang berlokasi di Desa Seren RT.02 RW. 06, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, masih ambrol dan belum mendapatkan penanganan. Keruntuhan bangunan ini diduga kuat akibat erosi tanah yang terus menggerus tepian Sungai Dulang, karena tidak adanya penahan arus atau bronjong yang memadai.

Sugihartoyo, pemilik Omah Lembu Farm, saat ditemui di lokasi pada Sabtu (24/5/2026) mengungkapkan, tembok tersebut sebenarnya sudah jebol sejak menjelang Hari Raya Lebaran tahun 2025 lalu. Namun, hingga kini perbaikan belum dapat dilakukan secara mandiri oleh pihaknya karena membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Ambrolnya kurang lebih sebelum Lebaran 2025 lalu. Karena memerlukan biaya yang cukup banyak, kami belum bisa memperbaiki tembok yang jebol itu,” ujar Sugihartoyo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, panjang tembok yang ambrol mencapai sekitar 40 meter, mencakup bagian depan hingga belakang lahan miliknya. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena letaknya sangat berdekatan dengan jembatan penghubung yang menjadi akses utama warga sekitar.

.elalui media ini, Sugihartoyo selaku warga Kabupaten Purworejo memohon perhatian serius dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten. Ia meminta bantuan untuk menangani kikisan arus Sungai Dulang yang setiap hari semakin memperlebar kerusakan.

Baca Juga:  Evakuasi Sapi Kurban di Tengah Hujan Deras, Camat Silat Hilir dan Warga Tunjukkan Semangat Gotong Royong

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah desa maupun kabupaten untuk membantu memperbaiki kikisan arus Sungai Dulang. Di sini juga ada jembatan penghubung yang dipergunakan masyarakat sekitar, letaknya berdekatan sekali dengan lokasi erosi,” harapnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa status tanah tempat berdirinya bangunan tersebut sudah jelas, yakni bersertifikat Hak Milik (SHM). Jika dibiarkan terus, ia khawatir seluruh tanah miliknya akan hanyut terbawa arus sungai akibat erosi yang tak terkendali.

“Status tanah sudah SHM. Semoga ada anggota Dewan ataupun pemerintah Kabupaten Purworejo yang memperhatikan hal ini. Bisa dipastikan nanti kalau dibiarkan, bisa habis tanah saya tergerus sungai,” tegasnya.

Sebelumnya, pihak Desa dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo diketahui telah melakukan peninjauan ke lokasi. Sugihartoyo berharap, kunjungan tersebut segera ditindaklanjuti dengan pemasangan bronjong atau penahan arus agar kerusakan tidak meluas dan merembet ke bangunan lain maupun fasilitas umum.

Hingga berita ini diturunkan, awak media belum berhasil menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan tanggapan dan keterangan resmi mengenai rencana penanganan lebih lanjut di lokasi tersebut.

(Om Haru / OBF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru