Pemkot Bandung Kaji Penambahan Panic Button, Percepat Respons Darurat dan Tingkatkan Keamanan Ruang Publik

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat sistem keamanan di ruang publik melalui pemanfaatan fasilitas panic button yang terhubung langsung dengan Bandung Command Center (BCC). Inovasi ini dihadirkan untuk mempercepat pelaporan berbagai situasi darurat, mulai dari tindak kriminal, kecelakaan lalu lintas, hingga kejadian lain yang membutuhkan penanganan cepat dari petugas.

Saat ini, fasilitas panic button baru tersedia di dua titik, yaitu di Jalan Katamso dan Taman Palestina di kawasan Alun-Alun Bandung. Dari kedua lokasi tersebut, Taman Palestina tercatat sebagai titik dengan tingkat penggunaan tertinggi oleh masyarakat.

Kepala Bidang Aplikasi Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yusuf Cahyadi, mengatakan sebagian besar laporan yang diterima melalui panic button berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas dan aksi kriminal jalanan, terutama kasus pencopetan yang kerap terjadi di kawasan padat aktivitas masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mayoritas laporan yang masuk adalah kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminal seperti pencopetan. Seluruh laporan yang diterima langsung ditindaklanjuti sesuai prosedur agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” ujarnya.

Yusuf menjelaskan, setiap laporan yang dikirim melalui panic button akan diterima oleh petugas Bandung Siaga 112 di Bandung Command Center. Petugas kemudian melakukan verifikasi awal terhadap informasi yang masuk sebelum meneruskannya kepada instansi yang berwenang sesuai jenis kejadian.

Untuk laporan yang berkaitan dengan tindak kriminal, koordinasi dilakukan secara langsung dengan layanan 110 Polrestabes Bandung sehingga aparat kepolisian dapat segera bergerak menuju lokasi kejadian. Sementara untuk insiden lain seperti kecelakaan atau kondisi medis darurat, laporan akan diteruskan kepada instansi terkait agar penanganan berlangsung secara cepat dan tepat.

Baca Juga:  Remaja 13 Tahun di Siwalan Pekalongan Ditemukan Tidak Bernyawa di Kamar Hunian

Selain dimanfaatkan untuk pelaporan kondisi darurat, fasilitas panic button juga kerap digunakan masyarakat maupun wisatawan sebagai sarana memperoleh informasi. Melalui layanan komunikasi dua arah yang tersedia, pengguna dapat menanyakan arah jalan, lokasi fasilitas umum, maupun informasi lain yang dibutuhkan saat berada di kawasan tersebut.

Menurut Pemkot Bandung, tingginya pemanfaatan panic button menunjukkan bahwa fasilitas tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya ruang publik yang lebih aman dan responsif.

Atas dasar itu, Pemkot Bandung kini tengah mengkaji rencana penambahan titik pemasangan panic button di sejumlah lokasi strategis lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan, mempercepat respons terhadap berbagai kondisi darurat, serta meningkatkan rasa aman bagi warga maupun wisatawan yang beraktivitas di Kota Bandung.

Pengembangan sistem ini juga menjadi bagian dari upaya transformasi layanan publik berbasis teknologi yang terus dilakukan Pemerintah Kota Bandung. Melalui integrasi dengan Bandung Command Center, berbagai laporan dari masyarakat dapat dipantau secara real time sehingga koordinasi antarinstansi menjadi lebih efektif dalam memberikan pelayanan darurat.

Dengan rencana penambahan titik panic button di berbagai kawasan strategis, Pemkot Bandung berharap sistem keamanan berbasis teknologi ini mampu menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan kota yang aman, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat

.Jurnalis Joepin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelayanan Alih Media Dinilai Terlalu Lama, Masyarakat Keluhkan Proses Hingga Berbulan-bulan
Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Belajar Ekoteologi Air Hujan di Sekolah Air Hujan Banyu Bening.
Bukan Sekadar Hobi! Bonsai Day PPBI Buka Peluang Bisnis Menggiurkan di Alun-Alun Tarogong Kaler
Satu Pesan Singkat, Sejuta Kerugian: Saat “Permohonan Maaf” IndiHome Tak Lagi Membayar Tagihan Layanan
Bonsai Mengguncang Tarogong Kaler! PBBI Sulap Alun-Alun Jadi Pusat Edukasi, Silaturahmi hingga Ladang Bisnis Tanaman Bernilai Tinggi
Presiden Prabowo Tetapkan Penyesuaian Tunjangan Kinerja TNI dan Pegawai Kemhan, Pertama Kali Sejak 2018
Kapolda Jabar Serahkan Piala Apresiasi, Tim Taekwondo Polda Jabar Sabet Juara Umum I Kapolri Cup 2026
Meracik Hingga Edarkan Tembakau Sintetis, Dua Pria di Garut Diamankan Satresnarkoba
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:38 WIB

Pelayanan Alih Media Dinilai Terlalu Lama, Masyarakat Keluhkan Proses Hingga Berbulan-bulan

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:44 WIB

Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Belajar Ekoteologi Air Hujan di Sekolah Air Hujan Banyu Bening.

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:40 WIB

Bukan Sekadar Hobi! Bonsai Day PPBI Buka Peluang Bisnis Menggiurkan di Alun-Alun Tarogong Kaler

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:36 WIB

Pemkot Bandung Kaji Penambahan Panic Button, Percepat Respons Darurat dan Tingkatkan Keamanan Ruang Publik

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:56 WIB

Satu Pesan Singkat, Sejuta Kerugian: Saat “Permohonan Maaf” IndiHome Tak Lagi Membayar Tagihan Layanan

Berita Terbaru