Kompas1.id
Bandung, JHB – Semangat kebersamaan dalam berkendara merupakan fondasi utama untuk menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman. Ini bukan hanya mengenai aturan, tetapi tentang komitmen bersama untuk saling menjaga kekompakan dalam berkendaraan.
Kekompakan dalam berkendaraan diwujudkan dalam acara Nggas Bareng Semprul (NGEBAS) ke Banjarnegara Jawa Tengah tgl 14 – 16 Mei 2026 dan diikuti lebih dari 30 peserta anggota Semprul.
Kegiatan dimulai dengan titik kumpul di Jalan Randusari Antapani Bandung sekitar pukul 06.00 WIB, yang menjadi lokasi pembukaan sekaligus briefing awal. Dalam suasana penuh keakraban, para anggota Semprul mendapatkan arahan dari RC yang mengingatkan untuk selalu berhati hati dan bersikap sopan selama dalam perjalanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengusung konsep TOURING ROAD TO RENDEZVOUS 3th ke 60 tahun, rombongan Semprul memacu kendaraannya menuju Banjarnegara, selama dalam perjalanan komunikasi tetap terjalin, sehingga bisa terpantau, tidak hanya menguji kekompakan dan strategi pemotor tetapi juga memperkuat bonding antar sesama anggota selama perjalanan.
Perjalanan NGEBAS sampai Desa Asinan Banjarnegara sekitar pukul 18.30 WIB dan disambut kades Pandu Dewanata.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada dulur dulur Semprul atas kunjungannya yang sudah datang ke Desa Asinan , walaupun medannya luar biasa naik gunung turun jurang, saya salut dengan Semprul,” tutur Pandu.
Mengenai kondisi jalan yang rusak, Pandu menegaskan bahwa semua itu karena faktor alam, dan pihaknya dalam waktu dekat akan memperbaikinya.
Setelah makan malam, rombongan Semprul berlanjut ke Desa Purwasaba Kab Banjarnegara Jawa Tengah sebagai titik finish perjalanan untuk ramah tamah dengan Kades Hoho.
Suasana akrab terjalin antara anggota Semprul dengan Yuni Nugroho, Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja atau yang lebih dikenal dengan nama Kades Hoho. Dalam sambutannya Kades Hoho mengucapkan terima kasih atas kunjungannya.
“Rawe rawe rantas malang malang putung,” tutur Kades Hoho dengan gaya khasnya kepalan tangan.
Rawe-rawe rantas, malang-malang putung adalah peribahasa Jawa yang berarti segala rintangan yang menghalangi tujuan harus disingkirkan. Slogan ini melambangkan tekad bulat, integritas, dan semangat pantang menyerah dalam mencapai tujuan.
Sekitar pukul 23.00 wib, rombongan pamit untuk menuju penginapan sebagai titik akhir perjalanan. Kegiatan NGEBAS ini tidak hanya menjadi ajang riding bersama, tetapi juga sebagai wadah mempererat silaturahmi antar anggota komunitas, serta memperkuat kampanye keselamatan berkendara. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat terus menjadi pelopor keselamatan di jalan sekaligus menikmati pengalaman berkendara yang menyenangkan.
Panglima Semprul mengatakan acara NGEBAS ini bukan hanya sekedar memacu kendaraan saja, tetapi yang utama menjalin silaturahmi baik sesama anggota ataupun dengan pihak lain.
Menurutnya selain kondisi motor dan keamanan lalu lintas, tubuh juga harus fit, harus tahu bagaimana caranya menjaga kondisi tubuh tetap bugar selama perjalanan. Salah satunya, bisa berhenti untuk istirahat makan atau minum setiap dua jam sekali.
“Agar tidak kelelahan dan konsentrasi di jalan lebih stabil, selama perjalanan juga banyak risiko yang harus dihadapi seperti hujan, trouble motor, dan mengantuk saat berkendara, biasa menyebutnya cek point,” tutur Susilo.
Deni-jabar














