Tiga Kampung di Singkil Terancam Hancur Akibat Abrasi, Kades Minta Pemda Segera Bertindak

- Penulis

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil kompas1.id –
Tiga kepala kampung di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, melayangkan surat permohonan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil terkait penanganan abrasi sungai yang dinilai mengancam permukiman warga.

‎Surat bernomor 45/08.15/1/2026 tertanggal 6 Mei 2026 tersebut ditujukan kepada Bupati Aceh Singkil melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil.

‎Dalam surat itu dijelaskan, abrasi terjadi di bibir Sungai Singkil tepatnya di Kampung Selok Aceh, Kecamatan Singkil. Abrasi disebut telah membuka alur sungai hingga selebar sekitar 25 meter sehingga menyebabkan air sungai meluap dan masuk ke permukiman warga di Kampung Takal Pasir, Kampung Teluk Ambun, dan Kampung Siti Ambia.

‎Akibat kondisi tersebut, ketiga kampung itu dilanda banjir selama kurang lebih lima bulan terakhir dan air disebut tidak kunjung surut.

‎“Akibat meluapnya air selama lima bulan ini, masyarakat tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Tanaman dan ternak warga banyak yang mati, serta menimbulkan berbagai penyakit bagi masyarakat,” demikian isi surat tersebut.

‎Para kepala kampung meminta pemerintah daerah segera melakukan penutupan alur sungai yang terbuka guna mencegah air Sungai Singkil kembali masuk ke permukiman warga sekaligus mengantisipasi abrasi semakin melebar.

‎Surat permohonan itu ditandatangani oleh Kepala Kampung Takal Pasir Rabidin, Kepala Kampung Teluk Ambun Mufrin, dan Kepala Kampung Siti Ambia Aswalun.

‎Kepala Kampung Takal Pasir, Rabidin, berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil bersama instansi terkait segera turun tangan menangani persoalan tersebut karena dinilai menyangkut keselamatan dan kepentingan masyarakat luas.

‎“Jika ini tidak segera ditangani maka kami prediksi tiga kampung ini akan hancur akibat derasnya arus sungai dari arus Sungai Lae Soraya menuju Singkil,” kata Rabidin saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (10/5/2026).(SB)

Baca Juga:  Wabup Pesawaran Dorong Kolaborasi Penanggulangan TBC dan Malaria dalam Rapat Besar Inisiatif Lampung Sehat 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Gerakan Kecil Dengan Harapan Besar Untuk Masyarakat Aceh Singkil
Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Amaliah Sobli, Serap Aspirasi Warga Desa Rantau Panjang
VS Aesthetic Clinic: Dedikasi Kecantikan dengan Sentuhan Hati dan Profesionalisme Tanpa Batas
Mantan Menteri Ristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook
Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Modus Pelemparan, 2 Petugas Diganjar Piagam Penghargaan
Ngahiji Dina Napas, Raga-Rasa-Jiwa: Seni Pernapasan Usik Budi Bawana Tekankan Harmoni Fisik dan Spiritual
Dedi Mulyadi Lontarkan Peringatan Keras: Pengawasan Dana Desa Makin Ketat, Penyimpangan Tak Akan Dibiarkan
Sentra Abiyoso dan Dinsos Gelar Sunatan Massal Gratis untuk Anak Kurang Mampu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:06 WIB

‎Gerakan Kecil Dengan Harapan Besar Untuk Masyarakat Aceh Singkil

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:02 WIB

Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Amaliah Sobli, Serap Aspirasi Warga Desa Rantau Panjang

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:15 WIB

VS Aesthetic Clinic: Dedikasi Kecantikan dengan Sentuhan Hati dan Profesionalisme Tanpa Batas

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:31 WIB

Mantan Menteri Ristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WIB

Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Modus Pelemparan, 2 Petugas Diganjar Piagam Penghargaan

Berita Terbaru