*Bertengkar Itu Jelek Islam Tekankan Pentingnya Persaudraan*

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 04:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*Oleh : Idat Mustari*

Kompas1.Id.

Ajaran Islam menekankan pentingnya persaudaran sesama muslim (ukhuwah Islamiyah), sebagaimana dalam Firman Allah : “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati.” (QS.49 : 10).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atas dasar inilah bahwa setiap orang yang beragama Islam meskipun tidak punya hubungan darah adalah saudara. Rasulullah saw mengumpamakan persaudaraan orang muslim dengan muslim lainnya bagaikan sebuah bangunan,” Perumpamaan kaum Mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam.”

Namun hubungan yang harmonis antar sesama orang Islam tidak selamanya berjalan indah, ketika terjadi perbedaan. Perbedaan bisa karena beda pikiran, beda paham, beda cara pandang termasuk beda dalam fiqih (ikhtilaf). Sebenarnya berbeda antara satu dengan yang lainnya adalah keniscayaan, yang jadi masalah adalah salah menyikapi perbedaan hingga berujung jadi pertengkaran.

Kesalahan orang adalah saat berbeda paham, beda fiqih lantas kita dengan mudah memvonis orang lain dengan kata “sesat,” “bid’ah,” atau kata lainnya yang berkonotasi negatif. Padahal seharusnya ada  ruang hikmah keraguan kepada orang lain yang kebetulan berbeda . Yaitu dengan satu pertanyaan dalam hati,”Oh, dia berbeda dengan saya, tapi jangan-jangan dia yang benar.” Dan ini yang diajarkan dalam Al-Quran.

Sekelas Imam Syafi’i yang tidak diragukan keilmuannya pun masih sempat berkata dalam ungkapannya yang terkenal,” “Pendapatku benar, tapi memiliki kemungkinan salah. Pendapat orang lain salah, tapi memiliki kemungkinan benar.”

Baca Juga:  Pemkab Bogor Minta Warga Sabar Soal Kompensasi Penutupan Tambang, Jumlah Penerima Melebihi Perkiraan

Yang salah dalam menyikapi perbedaan adalah memastikan diri paling benar dan orang lain pasti salah. Kata Almarhum Cak Nur,  “orang seperti itu disebutkan dalam Al-Quran  sebagai orang yang terindikasi kemusyrikan, karena orang itu kemudian memutlakkan pendapatnya sendiri.” “Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu (yaitu) orang-orang yang memecah-belah agama mereka sehingga menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS.30 :31-32).

Indikasi dari orang seperti ini adalah tidak mau shalat dibelakang kelompok orang lain yang berbeda paham dengan dirinya, karena dianggap sesat.
Tentu dan wajar jika orang yang dianggap “sesat,” “ahli bid’ah” pun melakukan perlawanan dalam rangka menjaga kehormatan dirinya, inilah yang jadi penyebab pertengkaran.

Terlebih-lebih di era digital ini, sangat mudah memancing pertengkaran akibat ketidakmampuan menjaga telunjuk. Yang tanpa dipikir panjang, mudah menshare hal-hal yang bisa memancing pertengkaran.

Padahal kata Imam Syafi’i saat menasihati muridnya Yunus bin Abdi,” Janganlah engkau berusaha untuk menjadi pemenang dalam setiap perbedaan pendapat. Sebab, terkadang meraih hati orang lain itu lebih utama daripada meraih kemenangan atasnya”. Dan memang, tidak ada satu dalil pun yang membenarkan  pertengkaran antar orang Islam, sebab bertengkar itu jelek.
Wallahu’alam, Semoga Bermanfaat

Met aktivitas Met Jumatan semoga panjang umur sehat, berkah dan diluaskan rezekinya,***Linggaraja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Kedua Pengeboran Sumur Bor di Sribasuki, Babinsa dan Warga Percepat Akses Air Bersih untuk 12 KK
MOBIL MEWAH ANTRI PERTALITE, MASARAKAT SOROTI KETETAPAN SASARAN ( BBM) SUBSIDI
Referendum Jadi Tolak Ukur, Kades Ngingasrembyong Bawa Persoalan Pendidikan ke Pengadilan PTUN (Part 1)
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Way Kanan Resmikan Kampung Sriwijaya sebagai Kampung Bebas Narkoba
Desa Sukasari Tunjukkan Kesiapan Jadi Desa Maju dan Mandiri dalam Penilaian Lomba Desa Lampung Utara
REMAJA 15 TAHUN TENGGELAM DI SUNGAI CIASEM SUBANG
KECELAKAAN ANGKOT BAWA PELAJAR DI JATINANGOR, BELASAN SISWA LUKA-LUKA
Wapres Gibran Respons Aspirasi Warga, Revitalisasi Sekolah 3T di Ende Jadi Prioritas
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:51 WIB

Hari Kedua Pengeboran Sumur Bor di Sribasuki, Babinsa dan Warga Percepat Akses Air Bersih untuk 12 KK

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:19 WIB

MOBIL MEWAH ANTRI PERTALITE, MASARAKAT SOROTI KETETAPAN SASARAN ( BBM) SUBSIDI

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:56 WIB

Referendum Jadi Tolak Ukur, Kades Ngingasrembyong Bawa Persoalan Pendidikan ke Pengadilan PTUN (Part 1)

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:35 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Way Kanan Resmikan Kampung Sriwijaya sebagai Kampung Bebas Narkoba

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:47 WIB

Desa Sukasari Tunjukkan Kesiapan Jadi Desa Maju dan Mandiri dalam Penilaian Lomba Desa Lampung Utara

Berita Terbaru