Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat

Bandung131 Dilihat

Kabupaten Bandung Kompas1.id
— Rumah Sakit Maranatha Gelar Grand Re-Opening Poliklinik Eksekutive, komitmennya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang inklusif dan tanpa diskriminasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Baik pasien umum, pengguna asuransi, maupun peserta BPJS Kesehatan, seluruhnya mendapatkan hak pelayanan yang sama.Kegiatan berlangsung di lobi Rs Maranata jln Taman Kopo Indah III Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung ,Rabu (06/05/2026)

Direktur utama RS Maranata “dr. Ferdinan Sutejo, MMR. memaparkan Kami melayani semua masyarakat tanpa membeda-bedakan. Pasien BPJS, pasien umum, semuanya silakan datang. Wargi Bandung, khususnya Kabupaten Bandung, mangga berobat ke sini. Jika ada pelayanan yang dirasa tidak adil, silakan langsung melapor ke Direksi Rumah Sakit,” tegasnya.

banner 336x280

Perubahan nama dari UKM Gemara Nata menjadi Rumah Sakit Maranatha merupakan bagian dari transformasi kelembagaan sekaligus komitmen peningkatan kualitas layanan. Rumah sakit ini juga berperan sebagai rumah sakit pendidikan yang berada di bawah naungan Universitas Maranatha, sebagai wahana pengembangan calon dokter dan dokter spesialis.
Transformasi ini sejalan dengan arahan Kementerian Kesehatan dalam menjawab kebutuhan tenaga medis di Indonesia. Dengan status sebagai rumah sakit pendidikan, kualitas layanan dan tenaga medis telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.

“Selanjutnya, Dalam pengembangan layanan, Rumah Sakit Maranatha kini memiliki 18 poli, termasuk berbagai layanan subspesialis seperti obstetri dan ginekologi. Langkah ini diambil untuk mendukung program pemerintah, khususnya dalam menekan angka stunting serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi di wilayah Kabupaten Bandung.

Dari sisi kapasitas, rumah sakit ini juga mengalami peningkatan signifikan. Jumlah tempat tidur rawat inap bertambah dari 100 menjadi 250 bed, seiring dengan pembangunan gedung baru. Penambahan ini diharapkan dapat mengurangi antrean dan meningkatkan kenyamanan pasien.

Dalam hal sumber daya manusia, Rumah Sakit Maranatha didukung oleh sekitar 150 perawat serta 100 dokter, baik umum maupun spesialis. Rekrutmen tenaga medis dilakukan secara selektif untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga.
Selain itu, rumah sakit juga memberikan kemudahan dalam pengurusan administrasi, termasuk pembuatan BPJS bagi pasien yang belum terdaftar. Rumah sakit juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk mempermudah penerbitan dokumen kependudukan seperti akta kelahiran dan akta kematian secara langsung.

“Kami mengutamakan penanganan pasien terlebih dahulu. Keselamatan pasien adalah prioritas utama, sementara urusan administrasi akan kami bantu hingga selesai,” tambah pihak direksi.

Manajemen Rumah Sakit Maranatha, yang dipimpin oleh dr. Ferdinan Sutejo MMR dan dr. Hendra Subroto, membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan maupun pengaduan demi peningkatan kualitas layanan ke depan.

Dengan berbagai transformasi dan peningkatan yang dilakukan, Rumah Sakit Maranatha optimistis dapat menjadi solusi layanan kesehatan yang terpercaya bagi masyarakat Kabupaten Bandung dan sekitarnya.tutup dr.Perdinan.***(Iceu)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *