​Bandung Siaga Sampah: Pemkot Imbau Warga Olah Limbah Mandiri Selama Tiga Hari ke Depan

- Penulis

Minggu, 22 Maret 2026 - 02:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG Kompas1.id
Minggu 22 maret 2026 . Menghadapi situasi krusial pengelolaan sampah di tengah suasana Idul Fitri, Pemerintah Kota Bandung mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warga. Menyusul terhentinya pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sari Mukti selama tiga hari ke depan.

Masyarakat diminta untuk melakukan pengelolaan sampah secara mandiri guna mencegah penumpukan yang tidak terkendali.
​Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi TPA Sari Mukti yang saat ini tidak dapat menerima pasokan sampah dari wilayah Kota Bandung. Dalam pernyataan resminya, perwakilan pemerintah menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing.
​Kolaborasi di Tingkat Kewilayahan Katanya”

​”Pemerintah Kota Bandung tidak bekerja sendiri. Ribuan petugas telah dikerahkan ke lapangan untuk memastikan alur pengelolaan sampah tetap berjalan meski ada kendala di pembuangan akhir. Selain itu, warga diharapkan untuk bekerja sama dengan program GASLAH, serta berkoordinasi langsung dengan aparat di tingkat Kelurahan dan Kecamatan.
​”Kami memohon agar seluruh warga betul-betul mengelola sampah organik di wilayah masing-masing, bekerja sama dengan Lurah dan Camat agar tidak terjadi penumpukan luar biasa di TPS-TPS,” ujar perwakilan Pemkot dalam video imbauan tersebut.

Empat Pilar Partisipasi Warga
​Untuk menyikapi kondisi ini, pemerintah menitikberatkan pada empat langkah utama yang diharapkan dilakukan oleh setiap rumah tangga:
​Kurangi Produksi Sampah: Meminimalkan penggunaan bahan sekali pakai untuk sementara waktu.
​Pilah Sampah dari Rumah: Memisahkan antara sampah organik, anorganik, dan residu.
​Mengolah Sampah: Melakukan pengomposan atau pengolahan mandiri untuk sampah organik agar tidak membusuk di bak sampah.
​Kerja Sama Kolektif: Berkolaborasi dengan pemimpin lokal dan sesama warga untuk menangani persoalan sampah di lingkungan terdekat.”

​”Langkah darurat ini diambil demi menjaga kenyamanan dan kesehatan bersama selama libur Lebaran. 6Dengan semangat “Untuk Bandung, Rumah Kita Bersama,” masyarakat diajak untuk membuktikan bahwa krisis sampah dapat diatasi melalui gotong royong dan kesadaran lingkungan yang tinggi.
​Pihak pemerintah optimis bahwa dengan partisipasi aktif warga, masalah penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dapat diminimalisir hingga operasional ke TPA Sari Mukti kembali normal

Pewarta. Bob Hariawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat
Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar
Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi
PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik
Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik
*Ali Syakieb: Pendidikan Berkualitas adalah Hak Semua Anak Indonesia*
Badai Plastik 2026: Ketika “Emas Transparan” Mengguncang Meja Makan hingga Manufaktur
*BPN Kabupaten Bandung Gelar Konsolidasi Bagian Roya, Perkuat Sinergi dengan Korsub Baru*
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 03:55 WIB

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat

Minggu, 19 April 2026 - 09:01 WIB

Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar

Senin, 13 April 2026 - 03:05 WIB

Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi

Senin, 13 April 2026 - 02:04 WIB

PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik

Sabtu, 4 April 2026 - 07:57 WIB

Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik

Berita Terbaru