28 April 2026: Aliansi Moskow–Teheran Picu Babak Baru Krisis Energi Global

Berita, Nasional184 Dilihat

KOMPAS1.id|| Dunia kembali bergerak menuju ketidakpastian yang berbahaya. Gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran bukan sekadar kebuntuan diplomatik—ini adalah pemicu pergeseran besar dalam lanskap geopolitik global.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Vladimir Putin melangkah masuk, mempertegas posisi Rusia sebagai aktor kunci dalam pusaran konflik Timur Tengah, sekaligus mengirim sinyal konfrontatif kepada Barat.

banner 336x280

Aliansi yang Mengguncang Keseimbangan Kedekatan Moskow dan Teheran kini melampaui simbol diplomasi. Bagi Iran, Rusia adalah tameng strategis di tengah tekanan sanksi yang semakin menyesakkan.

Bagi Kremlin, ini peluang emas untuk menancapkan pengaruh di kawasan yang selama ini berada di bawah bayang-bayang Amerika Serikat.

Langkah Putin—baik sebagai mediator maupun kekuatan penyeimbang—telah mengerek tensi global ke titik kritis.

Sejumlah analis memperingatkan, eskalasi ini berpotensi membuka jalan bagi keterlibatan lebih luas kekuatan-kekuatan besar, memperdalam konflik yang sudah kompleks.

Efek Domino ke Pasar Energi Pasar global langsung bereaksi.

Kekhawatiran atas gangguan pasokan, terutama di jalur perdagangan strategis, mendorong lonjakan harga minyak mentah secara signifikan: Brent melonjak menembus $107 per barel WTI menyusul di kisaran $96 per barel Bagi pasar, ini bukan sekadar angka—ini sinyal bahaya.

Lonjakan harga energi berpotensi memicu inflasi baru dan menghambat pemulihan ekonomi global yang masih rapuh.

Dunia kini berada di persimpangan: apakah jalur diplomasi masih terbuka, atau justru dunia akan memasuki fase konflik yang lebih luas dan tak terduga.

 

BOB HARIAWAN
Kabiro Kota Bandung

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *