Mencetak Pemandu Wisata yang handal Asosiasi DUTA TIWI dan Wanadri Tandatangani Nota Kesepahaman

Daerah166 Dilihat

Tren berwisata ke alam terbuka, mulai dari pendakian gunung hingga penjelajahan hutan, terus mengalami peningkatan pesat. Namun, fenomena ini dibarengi dengan catatan kelam: maraknya wisatawan yang abai terhadap prosedur keselamatan. Minimnya persiapan fisik, perlengkapan yang tidak memadai, hingga pengabaian terhadap aturan teknis di lapangan menjadi pemicu utama tingginya angka kecelakaan di destinasi wisata alam.

banner 336x280

Merespons kondisi tersebut, tanggal 19 April 2026 di Heug Coffee, Asosiasi Pemandu Wisata Bakti Pertiwi (DUTA TIWI) dan Pusat Sertifikasi Alam Terbuka (PSAT) Wanadri resmi menyepakati kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

Kolaborasi ini menitikberatkan pada standarisasi kompetensi pemandu dan penguatan manajemen risiko guna menjamin keselamatan wisatawan.

Mengakhiri Budaya “Abai Keselamatan”
Wisata alam bukanlah sekadar ajang swafoto, melainkan aktivitas dengan risiko tinggi (high risk). Kurangnya kesadaran wisatawan akan bahaya laten di alam terbuka seringkali berujung fatal. Melalui sinergi ini, kedua lembaga berkomitmen untuk menciptakan ekosistem wisata yang lebih bertanggung jawab, di mana keamanan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan syarat mutlak.

Ketua Asosiasi Pemandu Wisata Bakti Pertiwi, Andi Sukandi, menyampaikan :
“Kami melihat masih banyak wisatawan yang menganggap remeh medan alam terbuka. Banyak yang mendaki gunung tanpa edukasi dasar atau menyewa jasa pemandu yang belum teruji kompetensinya. Kerja sama dengan PSAT Wanadri ini adalah langkah konkret kami untuk memastikan seluruh pemandu di bawah naungan Bakti Pertiwi memiliki kapabilitas yang tersertifikasi untuk memitigasi risiko sekecil apa pun di lapangan.”

Kepala Pusat Sertifikasi Alam Terbuka (PSAT) Wanadri, Dr. Sri Wahjuni, M.Pd. menyampaikan:
“Alam memiliki hukumnya sendiri yang tidak bisa dilawan, namun bisa dipelajari risikonya. Masalah utama saat ini adalah gap antara antusiasme berwisata dengan pemahaman aspek keamanan. Wanadri, melalui PSAT, hadir untuk memberikan standarisasi keahlian yang ketat. Kami ingin memastikan bahwa setiap sertifikasi yang dikeluarkan menjadi jaminan bahwa pemandu tersebut mampu melindungi nyawa manusia di alam terbuka.”

Ketua DP XXIX Wanadri, Tomy Hasni Mubaraq, menyampaikan :
‘Kami menyambut baik realisasi kerja sama strategis ini. Penandatanganan ini merupakan momentum krusial yang telah diproyeksikan sejak tahun 2018. Formulasi sistem sertifikasi melalui Tim Lembaga Sertifikasi Kompetensi Wanadri ini adalah manifestasi dari komitmen panjang kami dalam meningkatkan standar kompetensi yang berbasis pada prinsip keselamatan manusia di alam terbuka, untuk standarisasi keahlian pemandu yang teruji dan tervalidasi.”

Dengan penguatan sinergi ini, diharapkan angka kecelakaan di destinasi alam terbuka dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mengubah pola pikir masyarakat agar lebih menghargai aspek keselamatan saat bercengkerama dengan alam.

@Asuka_2026

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *