Bimbingan Teknis Tim Pembina Posyandu, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan di Kabupaten Pesawaran

Berita, Daerah196 Dilihat

Pesawaran,- KOMPAS1.id ||  8 April 2026 — Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pesawaran, Cindy Aria Anton, S.E., M.M., menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu bidang kesehatan yang digelar di Regency Hotel Pringsewu pada Rabu (8/4/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari Tim Pembina Posyandu dan perwakilan perangkat daerah terkait. Bimtek ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan penguatan peran Tim Pembina dalam mengawal pelaksanaan Posyandu di tingkat kabupaten hingga desa.

banner 336x280

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Trio Pranoto, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengadvokasi kebijakan dan program Posyandu kepada para pemangku kepentingan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta meningkatkan kapasitas Tim Pembina Posyandu dalam menjalankan fungsi pembinaan.

Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu di seluruh wilayah kabupaten serta menyusun rencana tindak lanjut bersama dalam penguatan Posyandu.

Dalam pemaparannya, Cindy Aria Anton menjelaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan, tidak hanya pada bidang kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

“Seluruh elemen yang terlibat memiliki peran yang sangat strategis. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dan sinergi yang kuat antar sektor agar seluruh program Posyandu dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini juga dihadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Rita Anggraeni, yang memaparkan pedoman pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan primer. Posyandu ILP yang telah diresmikan sejak 31 Agustus 2023 ini melayani seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, ibu hamil hingga lansia, dengan fokus pada upaya promotif dan preventif serta pemantauan wilayah setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Pesawaran, dr. Media Apriliana, menegaskan bahwa Tim Pembina Posyandu memiliki peran penting dalam memberikan arahan, koordinasi, pendampingan, pembinaan, serta melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan Posyandu.

Menurutnya, penguatan kapasitas kader menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan, salah satunya melalui pelatihan 25 keterampilan dasar kader agar pelayanan dapat dilakukan secara terstandar.

“Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan kader yang terlatih dan terdata dengan baik, termasuk dalam sistem informasi kesehatan, menjadi faktor penting dalam memastikan layanan yang berkualitas,” ungkap dr. Media.

Lebih lanjut disampaikan, keberadaan Tim Pembina Posyandu diharapkan mampu mendorong dukungan moril dan material dari pemerintah desa, sekaligus memunculkan inovasi-inovasi pelayanan kesehatan di Posyandu guna menjangkau lebih banyak masyarakat secara efektif.

Kegiatan Bimbingan Teknis ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta Bimtek sebagai ruang berbagi pengalaman dan solusi dalam upaya penguatan Posyandu di Kabupaten Pesawaran.

 

 

Sumber / dok tim.(JMI)

Editor wep / Kompas1.id

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *