Sangat Miris Sekolah Dasar Negri (SDN Tida ada Lampu Penerangan Warga Mempertayakan Penerangan Lampu

Berita475 Dilihat

Kompas1.id
Kondisi memprihatinkan tengah terjadi di SD Negeri 06 Seneban yang berlokasi di Desa Seneban, Kecamatan Seberuang, Kabupaten Kapuas Hulu. Sekolah yang selama ini dikenal cukup baik, tertata rapi, dan terus berkembang tersebut kini justru dihadapkan pada persoalan mendasar yang seharusnya tidak terjadi: minimnya penerangan di lingkungan sekolah.

Saat malam hari, bahkan hingga sore ketika aktivitas belajar masih berlangsung, kawasan sekolah tampak gelap dan kurang aman. Situasi ini tentu sangat bertolak belakang dengan fungsi sekolah sebagai tempat pendidikan yang seharusnya memberikan rasa nyaman, aman, dan mendukung proses belajar mengajar secara optimal.
Warga sekitar mulai angkat suara dan mempertanyakan kondisi tersebut. Mereka menilai bahwa sebagai sekolah negeri, SD Negeri 06 Seneban seharusnya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, khususnya dalam pemenuhan sarana dan prasarana dasar seperti penerangan.

banner 336x280

“Sekolahnya sebenarnya sudah bagus, bangunannya layak dan cukup memadai. Tapi kalau gelap seperti ini, sangat disayangkan. Anak-anak butuh lingkungan yang terang dan aman untuk belajar,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Minimnya penerangan tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa dan guru. Kondisi gelap berpotensi menyebabkan kecelakaan, terlebih saat cuaca mendung atau hujan yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Aktivitas belajar mengajar pun menjadi terganggu karena pencahayaan yang tidak memadai.

TTak hanya itu, situasi ini juga memunculkan persoalan keamanan. Lingkungan sekolah yang gelap di luar jam belajar rawan menjadi tempat yang tidak aman, baik dari gangguan orang tidak bertanggung jawab maupun potensi tindak kriminal lainnya. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat sekitar.
Warga Desa Seneban berharap pemerintah tidak tinggal diam. Mereka meminta adanya langkah konkret dari pihak terkait, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten, untuk segera meninjau langsung kondisi di lapangan. Pemasangan lampu penerangan di area sekolah serta perbaikan jaringan listrik menjadi harapan utama masyarakat.

Menurut warga, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dengan mendirikan bangunan sekolah yang megah. Lebih dari itu, fasilitas pendukung seperti penerangan, keamanan, dan kenyamanan harus menjadi prioritas agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara maksimal.
“Kalau ingin pendidikan maju, jangan setengah-setengah. Sekolah harus terang, aman, dan benar-benar layak. Itu hak anak-anak kita sebagai generasi penerus,” tegas warga lainnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti minimnya penerangan di SD Negeri 06 Seneban. Apakah disebabkan oleh kendala jaringan listrik, kurangnya perhatian, atau persoalan anggaran, semuanya masih menjadi tanda tanya di tengah masyarakat.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa hal-hal yang sering dianggap kecil, seperti penerangan, justru memiliki dampak besar terhadap kualitas pendidikan. Lingkungan belajar yang gelap tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga mencerminkan kurangnya perhatian terhadap kebutuhan dasar pendidikan.

Kini, masyarakat Desa Seneban menunggu tindakan nyata dari pemerintah. Harapan mereka sederhana: menghadirkan sekolah yang tidak hanya berdiri kokoh, tetapi juga terang, aman, dan benar-benar layak digunakan.
Sorotan ini diharapkan menjadi titik awal perubahan. Jangan sampai keluhan masyarakat kembali terabaikan dan tenggelam dalam gelapnya perhatian. Karena di balik kondisi ini, ada masa depan anak-anak yang dipertaruhkan.

Jurnalis fy

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *