Sangat Miris Sekolah Dasar Negri (SDN Tida ada Lampu Penerangan Warga Mempertayakan Penerangan Lampu

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Kondisi memprihatinkan tengah terjadi di SD Negeri 06 Seneban yang berlokasi di Desa Seneban, Kecamatan Seberuang, Kabupaten Kapuas Hulu. Sekolah yang selama ini dikenal cukup baik, tertata rapi, dan terus berkembang tersebut kini justru dihadapkan pada persoalan mendasar yang seharusnya tidak terjadi: minimnya penerangan di lingkungan sekolah.

Saat malam hari, bahkan hingga sore ketika aktivitas belajar masih berlangsung, kawasan sekolah tampak gelap dan kurang aman. Situasi ini tentu sangat bertolak belakang dengan fungsi sekolah sebagai tempat pendidikan yang seharusnya memberikan rasa nyaman, aman, dan mendukung proses belajar mengajar secara optimal.
Warga sekitar mulai angkat suara dan mempertanyakan kondisi tersebut. Mereka menilai bahwa sebagai sekolah negeri, SD Negeri 06 Seneban seharusnya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, khususnya dalam pemenuhan sarana dan prasarana dasar seperti penerangan.

“Sekolahnya sebenarnya sudah bagus, bangunannya layak dan cukup memadai. Tapi kalau gelap seperti ini, sangat disayangkan. Anak-anak butuh lingkungan yang terang dan aman untuk belajar,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Minimnya penerangan tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa dan guru. Kondisi gelap berpotensi menyebabkan kecelakaan, terlebih saat cuaca mendung atau hujan yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Aktivitas belajar mengajar pun menjadi terganggu karena pencahayaan yang tidak memadai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

TTak hanya itu, situasi ini juga memunculkan persoalan keamanan. Lingkungan sekolah yang gelap di luar jam belajar rawan menjadi tempat yang tidak aman, baik dari gangguan orang tidak bertanggung jawab maupun potensi tindak kriminal lainnya. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat sekitar.
Warga Desa Seneban berharap pemerintah tidak tinggal diam. Mereka meminta adanya langkah konkret dari pihak terkait, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten, untuk segera meninjau langsung kondisi di lapangan. Pemasangan lampu penerangan di area sekolah serta perbaikan jaringan listrik menjadi harapan utama masyarakat.

Baca Juga:  DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia ( IWO Indonesia ) PURWOREJO menghadiri undangan Di Kesbangpol .

Menurut warga, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dengan mendirikan bangunan sekolah yang megah. Lebih dari itu, fasilitas pendukung seperti penerangan, keamanan, dan kenyamanan harus menjadi prioritas agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara maksimal.
“Kalau ingin pendidikan maju, jangan setengah-setengah. Sekolah harus terang, aman, dan benar-benar layak. Itu hak anak-anak kita sebagai generasi penerus,” tegas warga lainnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti minimnya penerangan di SD Negeri 06 Seneban. Apakah disebabkan oleh kendala jaringan listrik, kurangnya perhatian, atau persoalan anggaran, semuanya masih menjadi tanda tanya di tengah masyarakat.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa hal-hal yang sering dianggap kecil, seperti penerangan, justru memiliki dampak besar terhadap kualitas pendidikan. Lingkungan belajar yang gelap tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga mencerminkan kurangnya perhatian terhadap kebutuhan dasar pendidikan.

Kini, masyarakat Desa Seneban menunggu tindakan nyata dari pemerintah. Harapan mereka sederhana: menghadirkan sekolah yang tidak hanya berdiri kokoh, tetapi juga terang, aman, dan benar-benar layak digunakan.
Sorotan ini diharapkan menjadi titik awal perubahan. Jangan sampai keluhan masyarakat kembali terabaikan dan tenggelam dalam gelapnya perhatian. Karena di balik kondisi ini, ada masa depan anak-anak yang dipertaruhkan.

Jurnalis fy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Polres Way Kanan dan Jajaran Serentak Bagikan Bendera Merah Putih kepada Masyarakat
Jelang HUT ke-81 RI, Camat Longkib Pimpin Gladi Bersih Upacara di Lapangan Raja Makuta
Aktivitas Bus AKAP dan TMP Semakin Ramai, Terminal Leuwi Panjang Jadi Pusat Pergerakan
Warga Bojong Menteng Lakukan Perawatan Jalan Inspeksi D.I. Proyek Rehabilitasi Jaringan Utama Cisangu Bawah
SERIBU PEMUDA KIBARKAN BENDERA 10×5 METER DI KAKI GUNUNG LALAKON DI BUKA OLEH CAMAT KUTAWARINGIN
Ketua DPR RI Puan Maharani: RUU Perampasan Aset Masih Terbuka Terima Masukan Masyarakat
HARI KEMERDEKAAN RI KE-81: SEMOGA BANGSA KITA SEMAKIN JAYA
Kebocoran Data Kampus dan Kebingungan Publik: Bukti Lemahnya Perlindungan Privasi
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:32 WIB

Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Polres Way Kanan dan Jajaran Serentak Bagikan Bendera Merah Putih kepada Masyarakat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Camat Longkib Pimpin Gladi Bersih Upacara di Lapangan Raja Makuta

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:07 WIB

Aktivitas Bus AKAP dan TMP Semakin Ramai, Terminal Leuwi Panjang Jadi Pusat Pergerakan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:48 WIB

Warga Bojong Menteng Lakukan Perawatan Jalan Inspeksi D.I. Proyek Rehabilitasi Jaringan Utama Cisangu Bawah

Minggu, 16 Agustus 2026 - 02:53 WIB

SERIBU PEMUDA KIBARKAN BENDERA 10×5 METER DI KAKI GUNUNG LALAKON DI BUKA OLEH CAMAT KUTAWARINGIN

Berita Terbaru