Garut, kompas1.id,
1 April 2026 – SPPG Pasirkiamis menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan distribusi makanan serta adanya keluhan dari beberapa sekolah terkait sebagian menu ayam yang terindikasi berbau pada ompreng distribusi siang hari.
Pihak SPPG Pasirkiamis menjelaskan, kondisi tersebut diduga terjadi akibat holding time atau waktu penyimpanan yang terlalu lama, sehingga kualitas ayam mengalami penurunan. Selain itu, keterlambatan distribusi juga dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah penerima manfaat yang kini mencapai 2.861 orang, sehingga proses produksi membutuhkan waktu lebih lama.
“Kami bertanggung jawab dan langsung melakukan evaluasi menyeluruh,” ujar pihak SPPG Pasirkiamis, Selasa (1/4/2026).
SPPG Pasirkiamis mengakui bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius agar pelayanan ke depan dapat berjalan lebih baik dan kejadian serupa tidak kembali terulang.
Pihaknya juga memohon maaf kepada seluruh penerima manfaat, baik siswa, guru, tenaga kependidikan, penerima manfaat posyandu, maupun para kader atas ketidaknyamanan yang terjadi. Red















