Limbah Kebakaran Pabrik Pestisida Cemari Sungai Cisadane hingga 22,5 Km

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Kebakaran sebuah pabrik pestisida di kawasan pergudangan Serpong, Kota Tangerang Selatan, menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan. Limbah bahan kimia yang terbawa aliran air dilaporkan mencemari Sungai Cisadane hingga sejauh 22,5 kilometer.

Berdasarkan keterangan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada Kamis (12/2/2026), pencemaran tersebut menjangkau wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, hingga Kabupaten Tangerang. Dampak yang terpantau di antaranya kematian sejumlah biota air seperti ikan mas, baung, patin, nila, dan sapu-sapu.

Untuk memastikan tingkat pencemaran, KLH bersama Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) telah mengambil sampel air dari bagian hulu dan hilir sungai, serta mengumpulkan sepuluh sampel ikan mati untuk diuji di laboratorium. Pemeriksaan juga akan diperluas ke Sungai Jaletreng, air tanah, dan organisme perairan lainnya dengan melibatkan ahli toksikologi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan pihaknya tengah melakukan pendalaman melalui pengujian ilmiah dan laboratorium. Ia juga mengimbau warga di sekitar aliran sungai untuk sementara waktu tidak memanfaatkan air sungai guna kebutuhan sehari-hari karena berisiko menyebabkan iritasi kulit, gangguan mata, hingga masalah pernapasan akibat paparan uap kimia.

Baca Juga:  Polsek Umpu Semenguk Ringkus Pelaku Curat Juncto Penadahan di Umpu Bhakti

Ribuan Kilogram Pestisida Terbakar Dalam peristiwa tersebut, sekitar 20 ton pestisida milik PT Biotek Saranatama hangus terbakar. Bahan yang terbakar diketahui mengandung sipermetrin dan profenofos, zat yang umum digunakan untuk pengendalian hama pertanian.

Air bekas pemadaman yang tercampur residu kimia diduga mengalir ke sungai dan menjadi sumber pencemaran. Menurut Hanif, kondisi ini berpotensi merusak keseimbangan ekosistem perairan sekaligus membahayakan masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Insiden kebakaran terjadi pada Senin (9/2) di sebuah pabrik yang berlokasi di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Proses pemadaman berlangsung selama tujuh jam dan melibatkan penggunaan dua truk pasir untuk mengatasi api yang dipicu bahan kimia mudah terbakar.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan distribusi air bersih kepada warga tetap aman. Wali Kota Benyamin Davnie menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola layanan air bersih guna menjaga kualitas pasokan.

Selain itu, Dinas Perkimta bersama BPBD juga menyiagakan armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih secara gratis kepada warga yang terdampak pencemaran.(Red)

 

Sumber: detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 DAN HARI JADI KE-528 KABUPATEN KUNINGAN
PMI Kabupaten Bandung, Hadiri Rakernis Regional UDD, Siapkan Langkah Konkret Tingkatkan Mutu Donor Darah
KONTROL MALAM DI MAKOM EYANG ABDUL MANAF MAHMUD POLSEK MARGAASIH JAGA SITUS CAGAR BUDAYA
GNPK Ogan Ilir Minta APH Usut Anggaran Internet Kepala Dinas Kominfo
Mengapa Negeri Muslim Justru Rentan Korup? Sebuah Refleksi Integritas dan Sistem
Kurang dari 12 Jam, Terduga Pembunuh Security PT AKG Sungsang Serahkan Diri ke Polres Way Kanan
Hari Pramuka ke-65, Kang Edo Apresiasi Gerakan KDM Perkuat Kesadaran Masyarakat tentang Bahaya Obat Terlarang
URC RESMOB POLRES TOMOHON INTENSIFKAN PATROLI JAM RAWAN, SASAR TITIK ATM DAN ANTISIPASI SAJAM
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:59 WIB

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 DAN HARI JADI KE-528 KABUPATEN KUNINGAN

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:35 WIB

PMI Kabupaten Bandung, Hadiri Rakernis Regional UDD, Siapkan Langkah Konkret Tingkatkan Mutu Donor Darah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:31 WIB

KONTROL MALAM DI MAKOM EYANG ABDUL MANAF MAHMUD POLSEK MARGAASIH JAGA SITUS CAGAR BUDAYA

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:28 WIB

GNPK Ogan Ilir Minta APH Usut Anggaran Internet Kepala Dinas Kominfo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Mengapa Negeri Muslim Justru Rentan Korup? Sebuah Refleksi Integritas dan Sistem

Berita Terbaru