Majalengka,Kompas1.id
Jajaran Kepolisian Resor Majalengka bergerak cepat menanggapi laporan warga terkait penemuan sesosok mayat laki-laki di area perkebunan Blok Batununggul, Desa Werasari, Kecamatan Malausma, pada Selasa malam (31/3/2026). Tim Inafis Sat Reskrim Polres Majalengka bersama personel Polsek Malausma langsung diterjunkan ke lokasi guna memastikan penyebab kematian korban.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Malausma Ipda Riyana, S.Sos., menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, petugas segera mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan memasang garis polisi (police line). Korban diidentifikasi sebagai AS (75), seorang petani setempat yang ditemukan dalam posisi telungkup oleh anak kandungnya sendiri.
Dalam proses olah TKP, Tim Inafis Polres Majalengka yang didampingi Pamapta I Ipda Firman, S.H., melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kondisi jenazah dan lingkungan sekitar. Petugas menemukan sejumlah barang milik korban seperti kampak, topi, dan golok yang masih terselip di pinggang. Berdasarkan identifikasi fisik awal, ditemukan luka robek pada gigi seri bawah yang diduga kuat akibat benturan keras saat korban terjatuh mengenai batu di area perkebunan.
“Sinergi antara Tim Inafis dan tim medis Puskesmas Malausma menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Luka lecet yang ada sinkron dengan posisi jatuh korban saat kejadian. Kami menyimpulkan kematian korban adalah wajar, yang diduga dipicu oleh riwayat penyakit asma yang dideritanya,” ungkap Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M.
Kapolres menambahkan bahwa pemeriksaan medis oleh dr. The Fauzan Thufail Ad Dausi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 7 hingga 10 jam sebelum ditemukan. Kehadiran kepolisian di lokasi bertujuan untuk memberikan kepastian hukum serta prosedur identifikasi yang akurat guna menghindari spekulasi di tengah masyarakat.***















