Solidaritas Dayak Menggema di Sintang: Seruan Persatuan Demi Kedaulatan di Tanah Sendiri

Berita, Daerah256 Dilihat

Sintang – KOMPAS1.id || Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak dalam sebuah aksi masyarakat Dayak yang berlangsung di wilayah Sintang, Kalimantan Barat. Puluhan warga berkumpul mengelilingi sebuah kendaraan terbuka yang dijadikan panggung orasi, sementara para tokoh berdiri di atasnya menyampaikan aspirasi dengan lantang.

banner 336x280

Dengan mengenakan atribut khas Dayak seperti ikat kepala dan pakaian bernuansa merah, massa yang hadir menunjukkan identitas budaya yang kuat sekaligus simbol persatuan.

Aksi ini menjadi gambaran nyata kebangkitan solidaritas masyarakat adat dalam memperjuangkan hak dan martabat mereka.

Dalam orasi yang disampaikan, para tokoh masyarakat menegaskan bahwa masyarakat Dayak tidak ingin lagi dipandang sebelah mata.

Mereka menyuarakan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini bukan lagi penjajahan oleh bangsa asing seperti masa kolonial Belanda atau Jepang, melainkan bentuk tekanan baru yang datang dari kekuatan ekonomi modern.

“Dulu kita dijajah bangsa asing, sekarang kita menghadapi bentuk penjajahan baru. Kita tidak ingin hanya jadi penonton di tanah sendiri. Kita ingin menjadi tuan di negeri kita sendiri,” tegas salah satu orator di hadapan massa yang hadir.

Seruan ini juga diarahkan kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah adat agar lebih menghormati hak-hak masyarakat Dayak serta memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas yang dilakukan. Masyarakat berharap adanya keadilan dan keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya alam.

Selain itu, aksi ini menjadi ajakan terbuka bagi seluruh masyarakat Dayak untuk bersatu dan tidak terpecah. Persatuan dinilai sebagai kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya.

Para tokoh adat yang hadir juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal dan warisan leluhur. Mereka menegaskan bahwa tanah adat bukan hanya sekadar wilayah, melainkan bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat Dayak yang harus dijaga bersama.

Dengan semangat persatuan yang terus digaungkan di Sintang, masyarakat Dayak menunjukkan bahwa mereka siap berdiri tegak, memperjuangkan hak, serta menjaga kehormatan sebagai pemilik sah tanah leluhur.

Aksi ini menjadi simbol bahwa persatuan adalah kekuatan, dan dari kebersamaan itulah harapan akan masa depan yang adil, bermartabat, dan sejahtera dapat terwujud.

 

Reporter: dedy

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *