Prajurit TNI Gugur di Lebanon: Perang Israel–Hezbollah Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia bertugas dalam misi perdamaian 

Berita, Nasional, TNI141 Dilihat

KOMPAS1.id || Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon gugur setelah posisi pasukan Indonesia terkena hantaman serangan artileri.

Insiden tragis ini terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, ketika bentrokan bersenjata antara Israel dan Hezbollah mencapai salah satu titik paling intens sejak eskalasi terbaru meletus awal bulan ini.

banner 336x280

Serangan artileri menghantam area sekitar posisi Kontingen Garuda di Adchit Al-Qusayr, Lebanon Selatan—wilayah yang sejak beberapa pekan terakhir menjadi zona baku tembak berbahaya.

UNIFIL masih melakukan investigasi untuk memastikan sumber dan kronologi detail serangan tersebut. Korban Jiwa dari TNI

Data terbaru menyebutkan:

1 prajurit gugur: Praka Farizal Rhomadhon

1 prajurit luka berat

2 prajurit luka ringan

Seluruh korban luka telah mendapat penanganan medis oleh fasilitas kesehatan UNIFIL.

Kecaman dan Respons Internasional Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengecam keras serangan yang menimpa pasukan penjaga perdamaian tersebut. Ia menyatakan insiden itu sebagai bagian dari rentetan serangan berbahaya yang mengancam keselamatan peacekeepers di wilayah konflik.

Guterres juga menyampaikan belasungkawa kepada Pemerintah Indonesia dan menyerukan semua pihak yang bertikai untuk:

Mematuhi hukum humaniter internasional

Menghentikan serangan tanpa pandang bulu

Menjamin keselamatan seluruh personel PBB

Di Jakarta, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memantau kondisi di Lebanon dan mengutamakan keselamatan Kontingen Garuda.

Beberapa negara, termasuk Iran, turut menyampaikan kecaman dan belasungkawa atas serangan tersebut. Konflik Regional yang Membara Insiden yang menewaskan prajurit TNI ini terjadi di tengah eskalasi besar konflik Timur Tengah.

Sejak awal Maret 2026, pertempuran antara Israel dan Hezbollah terus meningkat, dengan serangan udara dan artileri yang menewaskan lebih dari 1.000 orang serta melukai ribuan lainnya di Lebanon. Ketegangan ini juga dipicu dinamika regional yang melibatkan Iran dan jaringan sekutunya.

Situasi yang kian tidak terkendali menjadikan kawasan perbatasan Israel–Lebanon sebagai salah satu titik paling berbahaya bagi pasukan penjaga perdamaian PBB.

 

Wartawan: Joepin

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *