Pasukan penjaga perdamaian Indonesia (UNIFIL) Berada di Wilayah Lebanon Selatan terkena dampak serangan Artileri di tengah Baku tembak yang meningkat.

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon dilaporkan gugur akibat serangan artileri di tengah konflik bersenjata antara Israel dan Hezbollah.Insiden terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, saat posisi pasukan penjaga perdamaian Indonesia (UNIFIL) berada di wilayah Lebanon Selatan terkena dampak serangan artileri di tengah baku tembak yang meningkat.

Serangan menghantam area sekitar kontingen Indonesia di Adchit Al-Qusayr
Situasi saat itu merupakan bagian dari eskalasi konflik yang semakin memanas di perbatasan Israel–Lebanon
Proses investigasi masih dilakukan oleh pihak UNIFIL untuk memastikan detail kejadian .
🇮🇩 Korban dari TNI
Data terbaru menyebutkan:
1 prajurit gugur (diidentifikasi sebagai Praka Farizal Rhomadhon)
1 prajurit luka berat
2 prajurit luka ringan
Seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis.

Reaksi Dunia Internasional
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengecam keras serangan tersebut:
Menyebut insiden ini sebagai bagian dari serangkaian kejadian berbahaya bagi pasukan perdamaian
Menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia
Mendesak semua pihak mematuhi hukum internasional dan menjamin keselamatan pasukan PBB .

Selain itu:
Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus memantau situasi dan mengutamakan keselamatan Kontingen Garuda
Sejumlah pihak internasional, termasuk Iran, turut menyampaikan kecaman dan belasungkawa.

Insiden ini terjadi dalam konteks konflik besar yang sedang berlangsung di Timur Tengah:
Sejak awal Maret 2026, perang antara Israel dan Hezbollah di Lebanon terus meningkat
Serangan balasan antar pihak telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan melukai ribuan lainnya di Lebanon .
Konflik ini merupakan bagian dari eskalasi lebih luas yang melibatkan ketegangan regional, termasuk Iran dan sekutunya .
Wartawan Joepin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Gelombang Panas Prancis: Pentingnya Kesadaran Menghadapi Perubahan Iklim
*4 Jam di Bumi Hulonthalo: Presiden Prabowo Tutup PENAS XVII 2026, Tegaskan Petani Nelayan Tulang Punggung Bangsa*
Dari Jakarta ke Limboto: Presiden Prabowo Hadiri Penutupan PENAS XVII 2026
Wapres Gibran Respons Aspirasi Warga, Revitalisasi Sekolah 3T di Ende Jadi Prioritas
HARTA MENTERI PARIWISATA MELONJAK NYARIS Rp1 TRILIUN, KINI CAPAI Rp6,3 TRILIUN
Harta Menpar Melonjak Nyaris Rp1 T: Bukti Nyata Mengabdi pada Negara (atau pada Rekening Pribadi?)
Kapal Tongkang Pengangkut Batu Bara Tenggelam di Pantai Pangandaran
Aksi Aliansi Perempuan Indonesia di Jakarta Tertahan Polisi, Bawa Tiga Tuntutan Utama
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 01:00 WIB

Belajar dari Gelombang Panas Prancis: Pentingnya Kesadaran Menghadapi Perubahan Iklim

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:06 WIB

*4 Jam di Bumi Hulonthalo: Presiden Prabowo Tutup PENAS XVII 2026, Tegaskan Petani Nelayan Tulang Punggung Bangsa*

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:02 WIB

Dari Jakarta ke Limboto: Presiden Prabowo Hadiri Penutupan PENAS XVII 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 03:06 WIB

Wapres Gibran Respons Aspirasi Warga, Revitalisasi Sekolah 3T di Ende Jadi Prioritas

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:40 WIB

HARTA MENTERI PARIWISATA MELONJAK NYARIS Rp1 TRILIUN, KINI CAPAI Rp6,3 TRILIUN

Berita Terbaru