KAKANWIL KEMENHAM : BERHIKMAH MENJADI ORANG BESAR SEBAGAI WARGA BINAAN  DI DALAM LAPAS GARUT

Berita, Garut19 Dilihat

Garut,-KOMPAS1.id || Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat Hasbullah Fudail,  mendorong  para warga binaan/ Naarapidana  Lembaga Pemasyarakatan  Garut  untuk  mengambil hikmah dan bercermin “ bahwa banyak tokoh besar di dunia ini , pernah menghuni penjara dan melakukan perubahan besar dalam hidupnya sehingga menjadi lebih baik”. Ketika berada dalam Lapas hendaknya, hendaknya  harus mampu  melakukan perubahan sikap dan prilaku untuk menjadi lebih baik.Selain itu Hasbullah menyampaikan bahwa tidak semua orang masuk  dalam penjara  secara  hakekatnya atau dengan unsur kesengajaan adalah mereka yang melanggar hukum secara sengaja. Beberapa  yang masuk bisa saja karena bujuk rayuan, keterpaksaan, dan lainnya.

banner 336x280

Demikian disampaikan  Hasbullah ketika memberikan penguatan HAM bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas  Kelas II a   Kabupaten Garut, Senin, 9/3/2025.

Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Jawa Barat melaksanakan kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut yang diikuti oleh sekitar 80 peserta.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman WBP mengenai hak asasi manusia, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban selama menjalani masa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan dibuka oleh Rusdedy, A.Md.IP., S.H., M.Si. selaku Kepala Lapas Kelas IIA Garut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat atas terselenggaranya kegiatan penguatan kapasitas HAM bagi WBP.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga memaparkan berbagai capaian yang telah dilakukan oleh Lapas Kelas IIA Garut dalam upaya pemenuhan hak asasi manusia bagi WBP, termasuk penyediaan layanan pembinaan, fasilitas pendukung, serta upaya peningkatan kualitas pelayanan yang berorientasi pada penghormatan terhadap martabat manusia.

Selanjutnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, menyampaikan sambutan sekaligus pengantar kegiatan. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa setiap warga binaan tetap memiliki hak asasi yang harus dihormati dan dipenuhi, meskipun sedang menjalani masa pidana. Pemenuhan hak asasi manusia merupakan bentuk penghormatan terhadap martabat manusia yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh pihak.

Selain itu, beliau juga menyampaikan komitmennya untuk terus mengupayakan pemenuhan hak-hak warga binaan, termasuk terkait pemenuhan hak biologis bagi WBP di lembaga pemasyarakatan.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa warga binaan memiliki hak untuk menyampaikan saran maupun masukan kepada petugas Lapas melalui prosedur yang telah ditetapkan.Hal ini merupakan bagian dari mekanisme partisipatif yang bertujuan untuk mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang kondusif serta memperkuat komunikasi antara WBP dan petugas pemasyarakatan.

Materi utama kegiatan disampaikan oleh Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM, Petrus Polus Jadu. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa setiap individu, termasuk warga binaan, memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan menjunjung tinggi prinsip non-diskriminasi di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Selain menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak warga binaan, narasumber juga mengingatkan bahwa setiap WBP memiliki kewajiban yang harus dilaksanakan selama menjalani masa pembinaan. WBP diimbau untuk dapat menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dengan cara mematuhi peraturan yang berlaku, mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas, serta menghormati petugas maupun sesama warga binaan.(Uwa Ratno)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *