KAKANWIL KEMENHAM : BERHIKMAH MENJADI ORANG BESAR SEBAGAI WARGA BINAAN  DI DALAM LAPAS GARUT

- Penulis

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Garut,-KOMPAS1.id || Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat Hasbullah Fudail,  mendorong  para warga binaan/ Naarapidana  Lembaga Pemasyarakatan  Garut  untuk  mengambil hikmah dan bercermin “ bahwa banyak tokoh besar di dunia ini , pernah menghuni penjara dan melakukan perubahan besar dalam hidupnya sehingga menjadi lebih baik”. Ketika berada dalam Lapas hendaknya, hendaknya  harus mampu  melakukan perubahan sikap dan prilaku untuk menjadi lebih baik.Selain itu Hasbullah menyampaikan bahwa tidak semua orang masuk  dalam penjara  secara  hakekatnya atau dengan unsur kesengajaan adalah mereka yang melanggar hukum secara sengaja. Beberapa  yang masuk bisa saja karena bujuk rayuan, keterpaksaan, dan lainnya.

Demikian disampaikan  Hasbullah ketika memberikan penguatan HAM bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas  Kelas II a   Kabupaten Garut, Senin, 9/3/2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Jawa Barat melaksanakan kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut yang diikuti oleh sekitar 80 peserta.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman WBP mengenai hak asasi manusia, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban selama menjalani masa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan dibuka oleh Rusdedy, A.Md.IP., S.H., M.Si. selaku Kepala Lapas Kelas IIA Garut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat atas terselenggaranya kegiatan penguatan kapasitas HAM bagi WBP.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga memaparkan berbagai capaian yang telah dilakukan oleh Lapas Kelas IIA Garut dalam upaya pemenuhan hak asasi manusia bagi WBP, termasuk penyediaan layanan pembinaan, fasilitas pendukung, serta upaya peningkatan kualitas pelayanan yang berorientasi pada penghormatan terhadap martabat manusia.

Baca Juga:  Beredar Kabar Penutupan Gerai Indomaret, Muncullah Spekulasi Terkait Aksi Protes Karyawan

Selanjutnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, menyampaikan sambutan sekaligus pengantar kegiatan. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa setiap warga binaan tetap memiliki hak asasi yang harus dihormati dan dipenuhi, meskipun sedang menjalani masa pidana. Pemenuhan hak asasi manusia merupakan bentuk penghormatan terhadap martabat manusia yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh pihak.

Selain itu, beliau juga menyampaikan komitmennya untuk terus mengupayakan pemenuhan hak-hak warga binaan, termasuk terkait pemenuhan hak biologis bagi WBP di lembaga pemasyarakatan.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa warga binaan memiliki hak untuk menyampaikan saran maupun masukan kepada petugas Lapas melalui prosedur yang telah ditetapkan.Hal ini merupakan bagian dari mekanisme partisipatif yang bertujuan untuk mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang kondusif serta memperkuat komunikasi antara WBP dan petugas pemasyarakatan.

Materi utama kegiatan disampaikan oleh Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM, Petrus Polus Jadu. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa setiap individu, termasuk warga binaan, memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan menjunjung tinggi prinsip non-diskriminasi di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Selain menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak warga binaan, narasumber juga mengingatkan bahwa setiap WBP memiliki kewajiban yang harus dilaksanakan selama menjalani masa pembinaan. WBP diimbau untuk dapat menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dengan cara mematuhi peraturan yang berlaku, mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas, serta menghormati petugas maupun sesama warga binaan.(Uwa Ratno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Polsek Margaasih Laksanakan Sambang/DDS di Desa Mekarrahayu*
33 Aksi Demo Berlangsung di Jakarta Hari Ini, Mahasiswa Gelar Aksi Bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut”
Masyarakat Silat Hulu Kecewa: Janji Pembangunan Belum Nyata, Jembatan Terbengkalai Bertahun-Tahun
Jembatan Mangkrak, Janji yang Belum Tertunaikan: Suara Masyarakat Silat Hulu Menanti Bukti Pembangunan
Gubernur Mirza Ajak Perantau Minang Berkolaborasi Bangun Lampung
Lampung Perkuat Pengelolaan JDIH Sebagai Pilar Transparansi Pemerintahan
Lampung Torehkan Prestasi Nasional, Gubernur Mirza Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Inspiratif Sektor Pertanian
HGN 2026 di Lampung Bakal Digelar di Mal, BGTK Siapkan Konsep Nasional yang Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:25 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Margaasih Laksanakan Sambang/DDS di Desa Mekarrahayu*

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:13 WIB

33 Aksi Demo Berlangsung di Jakarta Hari Ini, Mahasiswa Gelar Aksi Bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut”

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:10 WIB

Masyarakat Silat Hulu Kecewa: Janji Pembangunan Belum Nyata, Jembatan Terbengkalai Bertahun-Tahun

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:57 WIB

Jembatan Mangkrak, Janji yang Belum Tertunaikan: Suara Masyarakat Silat Hulu Menanti Bukti Pembangunan

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:25 WIB

Gubernur Mirza Ajak Perantau Minang Berkolaborasi Bangun Lampung

Berita Terbaru