Satma AMPI Madina Tantang Aparat Bongkar Dugaan PETI Kota Nopan, Jangan Ada Tebang Pilih Penegakan Hukum

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal || KOMPAS1.id ~ Dugaan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kota Nopan kembali menjadi sorotan tajam publik. Satma AMPI Kabupaten Mandailing Natal menantang aparat penegak hukum untuk membuktikan komitmen pemberantasan tambang emas ilegal tanpa tebang pilih.

Sorotan ini muncul setelah tim gabungan TNI-Polri menertibkan aktivitas PETI di Kecamatan Batang Natal dan Kecamatan Lingga Bayu pada Rabu (4/3/2026) dini hari. Langkah tersebut diapresiasi sebagai bentuk kehadiran negara, namun dinilai belum menyentuh seluruh titik yang diduga bermasalah.

Bendahara Satma AMPI Madina, Muhammad Saleh, menyatakan penegakan hukum harus konsisten dan menyeluruh. Ia menegaskan, jika dugaan aktivitas PETI di Kota Nopan benar, maka aparat wajib turun langsung melakukan pengecekan lapangan dan membuka hasilnya kepada publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mendukung penuh penindakan PETI di Batang Natal dan Lingga Bayu. Namun jika memang ada dugaan aktivitas serupa di Kota Nopan, aparat juga harus turun dan memastikan kebenarannya,” tegas Saleh.

Informasi yang dihimpun dari masyarakat menyebut adanya alat berat yang diduga terkait aktivitas PETI dan dikaitkan dengan seseorang berinisial “Mr P”. Alat berat tersebut bahkan disebut-sebut sempat terparkir di depan masjid saat warga melaksanakan tadarus di bulan Ramadan.

Jika benar, situasi itu dinilai bukan sekadar persoalan pelanggaran Undang-Undang Minerba, tetapi juga menyentuh sensitivitas sosial dan nilai keagamaan. Parkir alat berat di area masjid saat ibadah berlangsung dinilai berpotensi melukai rasa hormat terhadap suasana sakral Ramadan.

Baca Juga:  Kecelakaan di Cibaduyut Saat Gerimis, Dua Pemotor Terluka

“Jika benar alat berat yang diduga milik inisial ‘Mr P’ itu diparkir di depan masjid saat warga sedang tadarusan, tentu hal ini sangat meresahkan dan tidak menghormati suasana ibadah. Kami meminta aparat menelusuri informasi ini secara profesional dan objektif,” ujarnya.

Saleh menekankan bahwa isu ini harus dijawab dengan data dan tindakan, bukan pembiaran. Menurutnya, transparansi hasil pengecekan penting untuk mencegah spekulasi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum di Mandailing Natal.

Ia juga mengingatkan bahwa pembiaran terhadap PETI berdampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, potensi konflik sosial, hingga hilangnya penerimaan negara. Karena itu, langkah preventif dan represif harus berjalan beriringan demi kepastian hukum dan perlindungan masyarakat.

“Jangan sampai ada kesan pembiaran. Jika tidak ada pelanggaran, sampaikan secara terbuka kepada publik. Tetapi jika ada, proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tambahnya.

Satma AMPI Madina mendesak aparat segera melakukan investigasi terbuka di Kota Nopan guna memastikan situasi tetap kondusif. Mereka berharap penegakan hukum terhadap tambang emas ilegal benar-benar dijalankan tanpa pandang bulu demi keadilan dan kepastian hukum di Mandailing Natal.(Magrifatulloh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru